TERNATE – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Ternate, menurunkan sejumlah tenaga medis untuk melakukan penanganan terhadap warga pengungsi terdampak gelombang pasang dan banjir rob di Kota Ternate, yang sampai saat ini masih di lokasi pengungsi. Setiap posko ditempatkan 12 orang petugas, yang tersebar di tiga posko pengungsian, yakni gedung SKB, lapangan Salero dan Afe Taduma.
Kepala Dinkes Kota Ternate Nurbaity Radjabessy mengatakan, dengan adanya evakuasi warga yang terdampak gelombang pasang dan banjir rob, terutama di Kecamatan Ternate Utara dan Ternate Pulau, pihaknya melakukan distribusi sejumlah tenaga medis. Distribusi petugas medis ini dimaksudkan untuk menangani warga yang terdampak bencana dari sisi kesehatan.
“Distribusi tenaga medis di posko penanganan itu rata-rata dokter, perawat, dan bidan. Jadi di siang hari maupun malam mereka tetap standby di posko untuk melakukan penanganan terhadap warga yang terdampak bencana,” katanya.
Menurutnya, tenaga medis yang terdistribusi ini berasal dari Puskesmas masing-masing Kelurahan. Untuk posko di SKB Dufa Dufa ditangani oleh tim tenaga medis dari Puskesmas Siko serta Puskesmas Bahari Berkesan yang berjumlah 12 orang.
Sementara Posko di Ternate Pulau ditangani oleh tim medis dari Puskesmas Jambula dan Puskesmas Sulamadaha jumlah 12 orang, begitu juga dengan posko lapangan Salero.
Disampaikan, meskipun distribusi tenaga medis ke Posko ini yang diutamakan adalah dokter, namun tidak semua dokter harus diturunkan. Sebab saat ini juga sedang berlangsung proses vaksinasi.
Mengingat Wali Kota Ternate sudah menargetkan capaian vaksinasi di Kota Ternate sampai pada akhir 2021 adalah sebesar 72 persen. “ Saya harap semoga tenaga medis yang sudah ditugaskan di masing masing posko tersebut, bisa melaksanakan pelayanan terhadap warga terdampak bencana, secara baik,” tandas Nurbaity. (cim)

