16 Miliar Kegiatan OPD Pemkot Ternate Dihapus

Kabid Anggaran BPKAD Ternate Iswandi Semarang
Kabid Anggaran BPKAD Ternate Iswandi Semarang

TERNATE – Kegiatan OPD di Pemkot Ternate yang telah dianggaran pada APBD tahun 2022, sudah sebesar Rp.16 milyar yang dihapus. Langkah ini dilakukan dengan alasan rasionalisasi anggaran akibat dari dana kurang salur yang dianggarkan Pemkot Ternate pada tahun 2022 sebesar Rp.30 milyar, namun dana itu pada 2021 lalu telah dicairkan Kementrian Keuangan, yang mengakibatkan Pemkot mengalami defisit sebesar Rp.30 milyar disaat APBD 2022 telah diketuk oleh DPRD.

Hal ini membuat Pemkot harus putar otak, untuk menjaga keseimbangan anggaran, salah satu solusi yang digunakan Pemkot Ternate dengan melakukan rasionalisasi (penghapusan) kegiatan OPD, dan sampai kini dari jumlah Rp.30 milyar itu sudah sebanyak Rp.16 milyar yang dilakukan rasionalisasi, sisanya sebesar Rp.14 milyar.  

Kabid Anggaran BPKAD Kota Ternate Iswandi Semarang mengatakan, rasionalisasi anggaran sampai saat ini sudah sebesar Rp.16 milyar dari nilai Rp.30 milyar yang disepakati oleh tim anggaran pemerintah daerah (TAPD).

“Untuk sisanya nantinya kita lihat pengajuan pergeseran di APBD-Perubahan, sebab pada tahapan perubahan ini sebisa mungkin kita hindari penambahan anggaran,” katanya Senin (4/7/2022) kemarin.

Menurut dia, pergeseran kegiatan beberapa OPD yang dimasukan dalam perubahan anggaran nanti, tidak menambah pagu perubahan anggaran yang bakal diajukan ke DPRD.

“Karena kita upayakan untuk menekan sisanya sebesar Rp.14 milyar,” ucapnya.

Dia menyebut, rasionalisasi anggaran sebesar Rp 16 milyar pada tahun 2022 ini, berkonsekwensi pada kegiatan OPD di Pemkot Ternate yang harus di hapus, meski begitu pihaknya sebelum itu sudah berkoordinasi dengan OPD di Pemkot Ternate sebelum rasionalisasi itu dilakukan.


“Jadi saat rasionalisasi itu, kegiatan OPD kita hapus, jadi masih tersisa 14 milyar ini kita akan utamakan OPD yang belum menyampaikan rasionalisasi kegiatan kemarin. Karena dari 16 milyar yang kita rasionalisasi itu dari jumlah 41 OPD, tinggal 12 OPD yang belum melakukan rasionalisasi, jadi nanti OPD ini akan kita koordinasikan untuk dilakukan rasionalisasi pada perubahan anggaran nanti,” jelasnya.

Dalam penyampaian KUA PPAS nanti kata dia, kegiatan yang dimasukan nanti sifatnya urgen, jika tidak urgen pihaknya masih akan berkordinasi dengan BP2RD terkait dengan peningkatan PAD, selain itu akan dikoordinasikan juga dengan Bappaelitbangda untuk tetap menjaga pencapaian visi misi Pemkot Ternate yang telah dituangkan dalam RPJMD.

“Jadi tidak ada penambahan, kalau penambahan mungkin listrik di plaza gamalama 648 juta, kemudian PTT di Diknas, PJU. Kalau yang lainnya kita akan berkoordinasi lagi dengan BP2RD berkaitan dengan peingkatan pendapatan,” tegasnya.(cim)