TULUS Fokus Penanganan Covid-19 dan Ekologi

Tauhid-Jasri

TERNATE – Dalam 100 hari kedepan, Walikota dan Wakil Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman dan Jasri Usman bakal fokus menangani pandemi covid-19, recovery ekonomi dan problem ekologi. 

Itu disampaikan M. Tauhid saat menyampaikan pengantar pidato pada rapat paripurna di Kantor DPRD Kota Ternate siang kemarin. Program ekologi yang dia maksudkan yakni, problem air bersih, drainase, penanganan banjir, pengelolaan sampah, serta penanganan aktivitas galian C.

“Galian C insya Allah masuk. Tapi hal-hal yang terlihat dulu. Yang menjadi keluhan masyarakat itu yang akan diselesaikan, minimal ada perbaikan, ada pengelolaan, kemudian distribusi, persoalan PDAM kita akan selesaikan. Tapi soal reklamasi kita belum sampai ke situ,” ujar Tauhid yang ditemui awak media usai menyampaikan pengantar pidato.

Sebelumnya, dia menjelaskan mengenai visi mandiri dan berkeadilan. Menurut Tauhid, visi tersebut merupakan tujuan ideal untuk membangun kemandirian masyarakat yang menunjang proses pelayanan dan pembangunan infrastruktur fisik dan digital, dengan memperhatikan tata kelola pemerintahan yang ekstra aktif dan responsif serta meningkatkan kemampuan daerah dalam pelayanan publik, yang berkesinambungan dengan menumbuh kembangkan lembaga sosial dalam bingkai adat seatoran (aturan).

Selain itu, di dalam visi tersebut juga melarang adanya diskriminasi. Kata dia, masyarakat Ternate memiliki hak dan kesempatan yang sama dalam berekonomi, mendapatkan layanan kesehatan, pendidikan dan pelayanan hukum, perlindungan masyarakat yang kurang mampu serta tumbuh kembangnya budaya masyarakat dengan memperhatikan sistem nilai dan norma sosial.

Tauhid menegaskan, dalam jangka pendek 100 hari kerja kedepan, terdapat sederet problem krusial yang akan dituntaskan. Program prioritas 100 hari kerja tersebut meliputi penanganan Covid-19, recovery ekonomi, serta mengembangkan konsep kota kreatif serta penguatan pelaku UMKM dalam rangka menguatkan ekonomi kedepan. 

“Sehingga pentingnya konsep pentahelix antara Pemerintah, swasta dan masyarakat serta stakeholder lainya. Ini juga bertujuan untuk mendukung secara optimal program inklusi bagi penyandang disabilitas sebagai bentuk pembangunan kualitas SDM untuk berpartisipasi penuh dalam dimensi spesial, sosial dan ekonomi tanpa adanya diskriminasi,” jelas Tauhid.

Menanggapi itu, DPRD Kota Ternate meminta Walikota Ternate M. Tauhid Soleman dan Wakil Walikota Ternate Jasri Usman untuk fokus pada  100 hari program kerja yang telah dicanangkan. DPRD akan tetap mengawal setiap kebijakan yang nantinya dilakukan, untuk menindaklanjuti program 100 hari kerja tersebut.

Ketua DPRD Kota Ternate Muhajirin Bailussy mengatakan, dari program 100 hari kerja pemerintahan Tauhid-Jasri salah satunya penanganan sampah dan recovery ekonomi di masa pandemi covid19. “Kita akan mengawasi secara ketat, terutama pemanfaatan dana covid untuk vaksin dan recovery ekonomi. Kemudian untuk masalah sampah, itu penanganan pengangkut sampah serta air bersih segera diperbaiki dan di tata kembali,” katanya.

Selain itu, kata Muhajirin, DPRD juga meminta agar melakukan konsolidasi organisasi perangkat daerah agar 100 hari kerja dapat dimaksimalkan. “ Karena program 100 hari ini bisa jalan tergantung perangkat organisasinya,” ungkapnya. Hal ini bukan berarti organisasi birokrasi rapuh, namun menurut politisi PKB konsolidasi organisasi sangat penting dilakukan.

“Karena pergeseran program dari Burhan Abdurahman ke Tauhid-Jasri itu ada prioritas program yang ingin dicapai, maka konsolidasi organisasi menjadi kunci utama,” terang dia. Meski APBD 2021 sudah jalan, namun tetap akan dilihat hal yang dianggap sejalan dengan visi mereka maka penting untuk dibuat. “Tinggal di konsultasikan ke DPRD untuk melakukan penyesuaian,” tegas.(nas/cim)

Komentar

error: Content is protected !!