Pelaku Pemerkosa Ditangkap

Pelaku pemerkosa ditangkap

WEDA – Seorang remaja sebut saja Dara (17) mengalami trauma berat setelah diperkosa oleh empat pria beristri di sebuah kosan, tepatnya di Desa Lelilef Woebulan, Kecamatan Weda Tengah.  Satu dari keempat pelaku bejat itu, diduga pacar korban.

Keluarga korban, Sahwan mengatakan, peristiwa dugaan pemerkosaan terjadi kurang lebih sepekan lalu di salah satu kos-kosan Desa Lelilef Woebulen. Peristiwa ini baru diketahui keluarga ketika korban mengalami sakit, karena trauma dengan kejadian yang menimpa dirinya. “ Karena korban sudah sakit, maka keluarga terus tanya kepada korban, sehingga korban menceritakan kejadian yang sebenarnya kepada Keluarga,” ucap Sahwan.

Dia mengatakan, awalnya terduga pelaku berinisial R mengajak korban untuk berangkat ke kosan temanya, setelah itu pelaku  mengajak tiga temannya untuk mengkonsumsi minuman keras jenis cap tikus. “ Usai meneguk minuman keras dan mabuk, pelaku melihat korban yang juga sebagai pacarnya itu, sedang tidur, pelaku langsung melakukan aksi bejatnya bersama dengan ketiga temannya,” terangnya.

Lanjutnya, karena korban tidak mau dan menolak sambil berteriak minta tolong, pelaku kemudian menutup mulut dan wajah korban dengan selimut. “Saat ini karena kondisi kejiwaan korban terganggu, maka akan dibawa ke RSUD Sofifi untuk mendapatkan pengobatan dari dokter Psikolog,” jelasnya.

Kepada keluarga, korban menceritakan, dia sempat menjalin hubungan dekat dengan salah satu pelaku berinisial R. Usai meneguk miras, korban langsung digilir secara bergantian. “ Pelaku ini mengaku masih bujang, salah satu pelaku bernama Riski dan temannya menutup muka korban dengan selimut sehingga korban tidak bisa bersuara,” tandasnya.

Sementara Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), M. R Kemhay mengatakan, tiga orang pelaku sudah diamankan oleh Polres Halteng pada Jumat kemarin, untuk dimintai keterangan lebih lanjut. “Tiga pelaku sudah kami amankan, sementara untuk yang satu orang lagi masih dalam pencarian,” ucap Kanit PPA.

Dia memastikan, informasi valid atas peristiwa ini akan disampaikan pada saat gelar perkara. “Karena korban ini tidak ada KTP, sedangkan KK juga belum dikantongi oleh penyidik,” terangnya. “ Jadi kita masih menunggu akta kelahiran korban untuk mengetahui umur korban,” tutupnya. Sehari setelah penangkapan tiga pelaku, pada Sabtu (09/10/2021) Tim Resmob Cokaiba Polres Halteng berhasil membeku satu pelaku lainnya.

Terkait itu, Kapolres Halteng AKBP Nico A Setiawan melalui Kaur Binopsnal Satreskrim Polres Halteng, IPDA Frangki B. Waisapy membenarkan pada Sabtu (09/10/2021) pukul 17.05 Wit, telah mengamankan satu pelaku yang sempat buron. “ Penangkapan dipimpin langsung Kanit Resmob Cokaiba Bripka HS. Kotta dan tim,” ungkap Frangki.

Lanjut KBO, setelah mendapat laporan bahwa pelaku SBS alias Uky (21) sedang berada di lokasi PT IWIP, karena pelaku karyawan aktif. Tim Resmob Cokaiba tidak menunggu lama menuju lokasi dan berkoordinasi dengan perusahan untuk dilakukan penangkapan.

Saat ditangkap tim Resmob Cokaiba, pelaku tidak dapat berbuat banyak, pelaku diinterogasi di ruang security sebelum dibawa ke Polres Halteng. “ Saat ini, pelaku SBS alias Uky sudah diamankan di Polres Halteng bersama tiga temannya, yang sebelumnya sudah ditangkap pada Jumat malam pukul 23.30 Wit,” akunya.

Untuk itu empat pelaku diduga perkosa gadis asal Pantura sudah diamankan, saat ini para pelaku masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik. “ Untuk pasal yang diterapkan kepada keempat pelaku masih menunggu akte kelahiran korban, karena korban tidak membawa identitas,” tuturnya. “Kita masih menunggu identitas korban serta keterangan saksi korban, karena korban masih dirawat di RSU karena trauma,” tutupnya. (udy)

Komentar

error: Content is protected !!