Program Home Visit Bentuk kepedulian Kesehatan Warga

Kantor Bupati Halteng

WEDA – Memastikan terjaminnya kesehatan masyarakat, Pemkab Halmahera Tengah telah menjalankan sejumlah program unggulan dibawah kendali Bupati Edi Langkara. Salah satunya adalah program home visit yang merupakan program prioritas di bidang kesehatan.

Program ini telah berjalan sejak awal kepemimpinan Bupati Edi Langkara dan Wakil Bupati Abd. Rahim Odeyani (Elang-Rahim) tepatnya tahun 2018 lalu. Program ini terbukti sangat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Halteng, Lutfi Djafar kepada koran ini saat ditemui di kantornya menerangkan, program tersebut Pemkab Halteng melakukan pengangkatan tenaga PTT bidang kesehatan yang ditempatkan di masing-masing desa, dengan harapan melakukan pelayanan kesehatan dengan cara masuk keluar rumah untuk mencari tahu apakah ada masyarakat yang sakit tapi enggan berobat di puskesmas. “Apabila ditemukan ada orang sakit itu didata dan dibujuk melakukan perawatan di puskesmas, kalaupun sakit yang diderita cukup parah, maka akan dilakukan rujukan ke RSUD Weda,” ucap Kadinkes.

Dari program home visit itu, ditemukan data orang sakit yang enggan ke puskesmas sebanyak 10 kasus besar dengan jumlah dari Januari hingga Agustus tahun 2021 sebanyak 1323 orang sakit. “Dari 10 kasus besar saja itu, data dari Januari sampai Agustus 2021 capai 1323 orang sakit. Itu artinya pemahaman masyarakat terkait fungsi puskesmas masih minim,” katanya.

Dari hasil home visit itu, pihaknya melakukan evaluasi dengan membuat sebuah instruksi pemahaman kepada tenaga kesehatan yang ada di desa dan kecamatan, agar kegiatan home visit itu dilaporkan setiap tiga hari sekali agar kita bisa membuat laporan ke Bupati, masyarakat yang tidak mau berobat ke puskesmas bisa ditindaklanjuti. “Kita juga melakukan sosialisasi secara umum terkait pentingnya puskesmas. Agar keberadaan puskesmas itu bisa bermanfaat kepada masyarakat. Melayani orang sehat agar tidak jatuh sakit,” jelasnya.

Namun sejauh ini, lanjut Kadinkes dari program home visit itu dapat diketahui kesan masyarakat itu nanti sudah sakit baru cari puskesmas untuk berobat. “Jadi seharusnya, misalnya setiap seminggu masyarakat bisa memanfaatkan keberadaan puskesmas dengan melakukan cek darah, asam urat dan sebagainya, sehingga kesehatan bisa terjamin. Tapi rata-rata masyarakat melihat puskesmas seperti rumah sakit. Ini yang sedang kami lakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat,” tuturnya.

Dari hasil home visit para nakes memasukkan laporan sudah mencapai 1223 yang tidak berobat di puskesmas. Dari jumlah ini sudah ditangani tapi ada yang masih lolos (tidak mau ke puskesmas). Kita akan genjot terus soal home visit ini. “Untuk memaksimalkan kesuksesan program home visit pihaknya akan melakukan evaluasi tenaga home visit, dimana tenaga medis di puskesmas bisa di tambah ke desa,” terangnya.

Kadinkes mengaku untuk mendukung program di bidang kesehatan itu, Bupati juga membuat program tanggap darurat dengan menyiapkan dua unit speed yang standby di Kecamatan Patani dan Kecamatan Pulau Gebe. “Tujuannya ketika ada masyarakat yang akan dirujuk tidak lagi dikenakan biaya. Karena biayanya ditangani langsung oleh tanggap darurat,” pungkasnya.

Diakuinya pada tahun 2021 terdapat kasus rujukan yang tangani itu sebanyak 89 (Januari-Oktober), dari jumlah itu 24 rujuk karena sakit dan sisanya meninggal sehingga dipulangkan ke daerah asal di wilayah Halteng dan itu tidak dipungut biaya. “Jadi kebijakan bupati ini merupakan program yang sangat luar biasa,” tegas Kadinkes.

Lebih lanjut Kadinkes menyampaikan, kedepan pihaknya ingin kembangkan program itu dengan membentuk tim 119. Dan sementara ini masih dalam tahap koordinasi dengan pusat terkait dengan tim 119 ini. “Tujuan dari pembentukan tim 119 ini, misalnya dari puskesmas mau rujuk pasien, itu informasi terkait pasien sudah disampaikan ke tim 119 dan  menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan saat rujukan,” paparnya.

Sehingga kedepan dari 341 PTT yang tersebar di seluruh puskesmas. Misalnya satu desa ada 100 rumah itu, tenaga home visit ini sudah masuk semua rumah. Sehingga data pasien dan kesehatan lingkungan bisa tercover. “Jadi simpel saja, setiap hari kita bisa mengetahui orang sehat maupun yang sedang sakit di seluruh desa di wilayah Halteng,” tutupnya. (udy)

Komentar

error: Content is protected !!