Pastikan Stok Aman, TPID Lakukan Rakor

Rakor TPID Kota Ternate

TERNATE – Untuk menekan lonjakan harga bahan kebutuhan pokok jelang natal 2021 dan tahun baru 2022 (Nataru), Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kota Ternate Kamis (2/12/21) menggelar rapat koordinasi (rakor) dengan melibatkan sejumlah instansi di Kota Ternate dan stakeholder yang lain.

Rakor TPID dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman dan didampingi perwakilan Bank Indonesia, Forkopimda dan Sekda Kota Ternate Jusuf Sunya.

Wakil Wali Kota Ternate Jasri Usman mengatakan, pertemuan tersebut sangat penting dan strategis karena menyangkut tugas dan fungsi pemerintah dałam meningkatkan pertumbuhan ekonomi, menekan inflasi, serta mensejahterakan masyarakat.

“Ketiganya saling berkolerasi, karena kalau laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi tetapi inflasi juga tinggi tidak membawa dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Menurut dia, meski saat ini bangsa Indonesia masih menghadapi ketidakpastian, namun perekonomian daerah semakin membaik, tetapi tetap pemerintah berkewajiban menjaga kewaspadaan.

Kota Ternate kata dia, berdasarkan pantauan selama 5 tahun terakhir, pada setiap momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) laju inflasi Kota Ternate selalu menunjukkan kenaikan tak terkecuali di hari raya Natal yang umumnya terjadi peningkatan permintaan dan berpotensi memicu gejolak harga kebutuhan pokok di pasar.

“Fluktuasi harga yang terjadi tersebut umumnya disebabkan oleh keterbatasan pasokan dan permasalahan distribusi,” katanya. Menyikapi masa ini kata dia, Pemkot  bersama unsur terkait lainnya perlu mencermati bersama ketersediaan komoditas utama penyumbang inflasi, agar tetap dalam jumlah yang cukup dan harga terjangkau pada fase menjelang nataru. 

Apalagi memasuki kuarter akhir tahun 2021, beberapa indikator perekonomian terkini menunjukkan adanya perbaikan dan indikasi pemulihan mulai terlihat. “Kredit sudah mulai pulih seperti sebelum pandemi, ini artinya roda ekonomi sudah berjalan, sudah terjadi ekonomi recovery dan menuju economy rebound,” jelasnya.

Dikatakannya, ada beberapa hal yang dapat dilakukan unsur pemerintah daerah sesuai dengan langkah yang diterapkan pada tingkat nasional untuk menjaga inflasi, diantaranya mengoptimalkan infrastruktur yang sudah dibangun dan membangun infrastruktur pendukungnya dan menopang ekonomi di tiga daerah yakni Kota Ternate, Kabupaten Halmahera Barat dan Kota Tidore Kepulauan dengan memanfaatkan teknologi informasi serta menjaga keseimbangan.

“Sisi pasokan produsen dan konsumen melalui implementasi Strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi dan Komunikasi Efektif sebagai bagian untuk mendukung kestabilan inflasi,” tandasnya.(cim)

Komentar

error: Content is protected !!