Cuaca Ekstrim di Kota Ternate Masih Terjadi Dalam Sepekan

Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Babullah Ternate
Kantor BMKG Stasiun Meteorologi Kelas 1 Babullah Ternate

TERNATE – Fenomena alam yang terjadi di pesisir Ternate berupa gelombang pasang dan banjir rob di prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Babullah, berpotensi terjadi dalam sepekan ke depan, apalagi dari hasil pengamatan menunjukan pada 11 Desember ini berpotensi terjadinya tropis, yang potensinya cuaca masih ekstrim.

Prakirawan BMKG Setiawan mengatakan, dari hasil pemantauan dilakukan dalam beberapa hari ke depan diprediksi masih terjadi cuaca ekstrim di wilayah Maluku Utara, khususnya Ternate. 

“Jadi masyarakat terus waspada terutama daerah pesisir, apalagi kami melihat dan terus memantau dalam beberapa hari ke depan ada potensi badai tropis yang ada di Philipina yang memberikan dampak cukup kuat cuaca ekstrim di wilayah Maluku Utara, baik itu hujan atau kondisi gelombang tinggi ataupun gelombang pesisir sampai ke garis pantai di Ternate,” sebutnya.

Baca juga:  Pantai Tobololo Jadi Perhatian Pemkot Ternate

Hal itu, kata dia diperkirakan terjadi dalam tujuh hari kedepan, namun di bulan Desember sampai Januari kondisi cuaca ekstrim di Maluku Utara masih berpotensi terjadi. “Kalau secara umum Indonesia khususnya Maluku Utara ada dampak dari La Nina yang menambah curah hujan dan menaikkan suhu muka laut, di wilayah perairan Maluku Utara berpotensi terjadi awan konvektif kemudian terjadinya pusat tekanan rendah di pasifik, itu yang menjadikan beberapa daerah di Maluku Utara berpotensi hujan sedang bahkan lebat kemudian angin kencang dan tinggi gelombang yang cukup ekstrim,” ucapnya.

Pihaknya, menurut Setiawan sudah menyampaikan update data terbaru ke pihak otoritas pelayaran dan stakeholder terkait, karena hal ini berkaitan dengan keselamatan pelayaran dan sampai saat ini masih dipatuhi dengan menunda keberangkatan, pihaknya juga akan terus memberikan informasi jika kondisinya sudah bisa berlayar.

Baca juga:  APBD 2022 Disahkan Berimbang

“Sampai 15 Desember kami masih memberikan warning atau peringatan, namun pada tanggal 11 Desember kami melihat ada potensi terjadinya badai tropis, sehingga nanti 12 dan 13 Desember kita akan melihat kembali kondisi cuaca,” jelasnya.

Dikatakannya, dari pengamatan yang dilakukan itu, tinggi gelombang untuk wilayah Batang Dua, Ternate dan Bitung mencapai 2,5 meter sampai 3 meter, sementara untuk Morotai tinggi gelombang bisa 4 sampai 5 meter, hal ini sangat membahayakan untuk pelayaran atau keselamatan warga.

Untuk gelombang di pesisir kata dia, ada tiga faktor yang menguatkan, yakni sorakan dingin dari cina selatan menuju ke khatulistiwa termasuk Maluku Utara, kemudian karena adanya la nina menyebabkan terjadi kenaikkan suhu muka laut di Maluku Utara, sehingga tumbuh pusat tekanan rendah atau siklonik di wilayah Maluku Utara sebelah utara yang menyebabkan dorongan angin dan ketiga yakni saat ini ada siklus kenaikkan muka laut. 

Baca juga:  Perwali Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik Akan Diterbitkan

“Karena saat ini ada fenomena bulan dengan bumi jaraknya terpendek, sehingga mengakibatkan pasang cukup tinggi, dari tiga faktor itulah sehingga gelombang cukup kuat masuk ke wilayah daratan,” tutupnya.(cim)

error: Content is protected !!