168 Obat Sirup Dinyatakan Layak Diedarkan di Morotai

Ilustrasi

DARUBA – Loka Pengawas Obat dan Makanan (POM) Kabupaten Pulau Morotai memastikan 168 obat cair sirup dan 126 produk dari 15 industri farmasi yang dinyatakan memenuhi syarat kriteria, sehingga telah direkomendasikan untuk dikonsumsi dan diedarkan.

Hal itu sesuai dengan edaran Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia yang menyatakan jumlah obat cair atau sirup tersebut dipastikan aman dan tidak menggunakan 4 pelarut, yakni Propilen Glikol, Polietilen Glikol, Sorbitol, Gliserin atau Gliserol). 

“Jadi sejumlah obat sirup tersebut tidak mengandung cemaran Ethylen Glycol (ED) dan Dietilen Glycol (DEG),” demikian ditulis dalam edaran tersebut. 

Sementara Kepala Loka POM Pulau Morotai, Salman Fariesy, mengatakan terhadap daftar produk obat sirup tersebut, BPOM telah melakukan intensifikasi surveilans mutu produk sirup obat beredar dan bahan baku tambahan dengan metode penelusuran balik sebagai pengembangan pengawasan di jalur distribusi. 

Baca juga:  Dukung Pencegahan Stunting, Bapelitbang Minta Kelurahan/Desa Bersinergi

Verifikasi hasil pengujian bahan baku obat dilakukan secara mandiri oleh industri farmasi, termasuk untuk cemaran EG atau DEG, dalam rangka memastikan terjaminnya keamanan dan mutu sirup obat. 

“Verifikasi ini dilakukan berdasarkan pemenuhan kriteria antara lain, kualifikasi pemasok, pengujian bahan baku pada setiap kedatangan dan setiap wadah, serta memastikan metode pengujian mengikuti standar farmakope terkini. Hal ini dilakukan tidak hanya sebagai upaya perlindungan kesehatan masyarakat, tetapi juga menjadi upaya dalam perbaikan sistem jaminan keamanan dan mutu obat di Indonesia,” jelas Salman, Minggu (20/11/2022). 

Sebagai upaya pencegahan, lanjut dia saat ini Loka POM Pulau Morotai telah melaksanakan pemeriksaan rutin terhadap sarana pelayanan kefarmasian di Morotai.

Baca juga:  Lagi, Ternate Ketambahan 15 Pasien Positif Covid-19

Tujuannya melindungi masyarakat khususnya anak-anak dengan cara memperbaharui obat-obat sirup yang telah aman dari cemaran ethylen glycol dan dietilen glycol tersebut, sehingga dapat dikonsumsi oleh masyarakat dan digunakan sesuai dengan rekomendasi tenaga kesehatan.

“Kami juga mengingatkan masyarakat dan tenaga kesehatan agar obat-obat sirup yang belum tercantum dalam daftar tersebut untuk tidak diperjualbelikan terlebih dahulu sampai ada informasi selanjutnya terkait keamanan dan mutu terutama terkait kandungan cemaran etilen glycol dan dietil glicol,” tuntasnya. (fay)

error: Content is protected !!