TERNATE – Pendistribusi armada tangkap berupa sarana perikanan berkapasitas 2 gross ton (GT) dan 3 GT belum di distribusi ke kelompok nelayan, hal ini lantaran Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate masih menunggu proses pekerjaan sejumlah armada tersebut yang saat ini masih berlangsung, dan DKP memastikan memastikan pendistribusian akan dilakukan pada Desember bulan depan.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kota Ternate Faisal Harun Dano Husein mengatakan, pendistribusian bantuan sarana dan prasarana perikanan tangkap belum semua dilakukan, karena sampai saat ini proses pekerjaan masih berlangsung, jika sudah selesai maka tinggal di distribusi pada kelompok nelayan sesuai dengan proposal dari kelompok yang telah diverifikasi.
“Dimana bantuan berupa armada 2 GT sebanyak 10 unit, dan 3 GT sebanyak 12 unit,” katanya, pada Selasa (21/11/2023).
Sementara untuk perikanan budidaya kata dia, berupa keramba jarring apung sudah terdistribusi di tiga lokasi, yakni Kelurahan Tafaga Kecamatan Moti, Tifure kecamatan Batang Dua, dan kelurahan Togolobe kecamatan Hiri, selain itu kegiatan budidaya rumput laut juga telah terdistribusi ke kelurahan Tafaga, kemudian budidaya ikan air tawar dengan system kolam terpal di kecamatan Moti yakni dikelurahan Tafaga dan Tadenas, dan dikelurahan Fitu Ternate Selatan.
“Jadi bidang budiaya sudah terdistribusi, kalau yang belum terdistribusi itu bidang pengolahan perikanan tangkap dan P2HP. Kalau kegiatan unit pengolahan ikan berupa pembangunan fisik rumah pengasapan ikan dan rumah produksi di P2HP itu sudah terdistribusi sebanyak 16 unit tersebar di kecamatan Moti 2 unit, Hiri 2 unit sisanya tersebar di Pulau Ternate, Ternate Utara, Ternate Tengah dan Ternate Selatan, kalau yang belum terdistribusi itu pengadaan kolbox yang sasarannya ke pengolah dan pemasar,’’ ungkapnya.
Dia menyebut, untuk proposal yang di kelompok nelayan di Kota Ternate pada bidang perikanan tangkap cukup banyak, namun pihaknya melalui tim teknis melakukan verifikasi langsung dilapangan, verifikasi ini bertujuan untuk memastikan kondisi dilapangan sebab proposal yang diterima tidak sebanding dengan barang jumlah armada yang diadakan tahun ini.
“Sehingga kami gunakan skala prioritas berdasarkan pada proposal yang diterima itu kita verifikasi lokasi prioritas sesuai dengan usulan kita ke pusat, karena bantuan ini bersumber dari DAK, kalau sumber APBD itu untuk bantuan kolbox dengan ukuran 200 liter, 300 liter dan 600 liter tapi semuanya belum terdistribusi,” ungkapnya.
Dia menjelaskan, dengan ketersediaan armada tangkap tahun ini belum sepenuhnya memenuhi kebutuhan nelayan di Kota Ternate yang jumlahnya mencapai 3.000 orang.
“Untuk itu tahun depan sesuai dengan yang sudah kita rencanakan itu mudah-mudahan dia akan lebih banyak dari tahun 2023,” tandasnya.*
Editor : Hasim Ilyas
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

