233 Bangunan Rusak, Ratusan Warga Batang Dua Masih di Pengungsian

Rumah Yang Rusak di Batang Dua Akibat Gempa Bumi
Rumah Yang Rusak di Batang Dua Akibat Gempa Bumi

TERNATE – Gempa bumi 7,6 skala richter yang terjadi pada Kamis (2/4/2026) lalu mengakibatkan sejumlah bangunan baik rumah warga maupun fasilitas lain seperti sekolah dan rumah ibadah rusak, untuk memastikan jumlah kerusakan Pemkot Ternate melalui Dinas Perkimtan Kota Ternate telah melakukan pendataan langsung dilokasi gempa yang ada di Batang Dua. Selain kerusakan bangunan, gempa ini juga mengakibatkan warga harus mengungsi ke tempat yang aman, jumlahnya sampai kini mencapai ratusan orang yang bertahan di lokasi pengungsian tersebut.

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly mengatakan, dampak dari gempa bumi 7,6 skala richter mengakibatkan sejumlah rumah dan fasilitas di kecamatan Batang Dua mengalami kerusakan, dimana sesuai hasil verifikasi yang dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kota Ternate Tony S. Pontoh, dengan total jumlah keseluruhan mencapai 233 unit.

Dikatakan Rizal, kerusakan yang tejadi ini tersebar di sejumlah kelurahan yang ada di Batang Dua, diantaranya untuk di kelurahan Lelewi mencapai 87 unit terdiri dari rusak ringan sebanyak 31 unit rumah, rusak sedang 29 unit, berat 23 unit, kemudian fasilitas perkantoran 1 unit rusak ringan, dan gereja 1 unit rusak ringan serta rusak berat 2 unit.

Untuk kelurahan Bido sendiri kata Sekda,sebanyak 36 unit bangunan mengalami kerusakan, terdiri dari 23 unit rumah rusak ringan dan 13 unit rusak berat serta 2 unit gereja rusak berat. Kemudian di kelurahan Perum Bersatu sebanyak 11 unit bangunan yang rusak akibat gempa terdiri dari 3 unit rumah rusak ringan, 4 unit rusak sedang dan 4 rusak berat,  sedangkan kelurahan Mayau sesuai data hasil verifikasi yang diterima sebanyak 90 bangunan yang rusak diantaranya 43 unit rumah rusak ringan, 22 unit rusak sedang dan 21 unit rusak berat, selain itu terdapat 1 unit sekolah juga mengalami rusak ringan kemudian gereja 1 unit rusak sedang dan 2 unit rusak berat, untuk kelurahan Tifure tedapat 9 bangunan yang rusak terdiri dari 6 unit rusak ringan dan 3 unit rusak sedang.

“Total secara keseluruhan yang bangunan yang mengalami kerusakan di Bantang Dua sebanyak 233 unit, terdiri dari rumah 104 unit rusak ringan, 58 unit rusak sedang rusak berat 61 unit. Dan fasilitas kantor 1 unit rusak ringan dan sekolah 1 unit rusak ringan serta gereja yang rusak 1 unit, rusak sedang 1 unit dan 6 unit rusak berat,” ungkapnya, pada Sabtu (4/4/2026).

Sementara kata dia, jumlah warga yang terdampak bencana yang mengungsi sebanyak 715 orang di Mayau dan Perum Bersatu, sementara di Lelewi warga memilih untuk mengamankan diri di depan rumah. “Jadi kalau dibilang mengungsi sebenarnya semua masyarakat itu memilih menjauh dari rumah untuk mengantisipasi gempa susulan. Kalau yang kami lihat itu justru Bido dan Lelewi sudah normal, kalau masih di tempat pengungsian yang paling banyak itu Mayau dan Perum Bersatu,” tandasnya.

Lanjutnya, warga di Batang Dua saat ini masih membutuhkan bantuan salah satunya berupa perlengkapan balita dan lansia, hal ini sesuai dengan pengamatan dilapangan yang harus dipenuhi.“Dan hal ini sudah saya laporkan ke pak Wali Kota, dan beliau meminta untuk dapat di koordinasikan dengan BNPB dan Pemerintah Provinsi,” tutupnya.*

Editor : Hasim Ilyas

Berita Terkait