Kata Iwan, berdasarkan keterangan korban yang tersesat di hutan sejak 23 hingga 25 Juli 2026 sempat bertemu dengan suku pedalaman. Karena merasa takut, korban menghindari mereka dan terus berjalan hingga akhirnya menemukan permukiman suku pedalaman tersebut.
Selanjutnya, korban mendapat bantuan dan diantar menuju jalur yang mengarah ke desa. Pada pagi hari sejak 28 Juli 2026, korban tiba di desa dalam keadaan selamat. Selama tersesat di hutan korban bertahan hidup dengan hanya memakan gara dan korpa serta ujung daun woka.
Dengan telah ditemukannya korban dalam keadaan selamat maka operasi SAR ditutup dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih.
Unsur yang terlibat di antaranya, Tim Rescue USS Haltim, Brimob Polda Malut, Polsek Wasile Selatan, BPBD Haltim, Tim Kesehatan Wasile Selatan, Masyarakat Setempat dan Keluarga Korban.(cr-02)