DARUBA – Hujan deras yang terjadi sejak pagi hingga sore hari menyebabkan air sungai meluap dan merendam ratusan rumah warga di tiga desa di Kecamatan Morotai Timur, Kabupaten Pulau Morotai Rabu (15/6/2022).
Tiga desa tersebut diantaranya desa Sangowo Barat, Sangowo Induk dan Sangowo Timur. Pantauan Fajar Malut, ketinggian air di tiga desa itu berkisar 40 hingga 80 cm atau setara pinggul orang dewasa.
Warga yang mengalami musibah tersebut hanya bisa pasrah melihat kondisi rumahnya yang digenangi air, sambil berusaha menyelamatkan barang berharga milik mereka.
“Banjir ini dari sungai yang ada di belakang kampung, mungkin sungainya meluap sehingga berdampak ke sini,” ungkap Fatir salah satu warga Sangowo Barat.
Menurut Fatir, air mulai naik dan menggenangi rumah mereka sekitar pukul 11.00 WIT. “Tapi banjir mulai besar tadi sekitar jam 12.00 WIT, Alhamdulillah sampai ini kita tidak dengar ada korban,” katanya.
Selain rumah, banjir juga merendam fasilitas umum lainnya seperti sekolah, kantor desa, hingga Tempat Pemakaman Umum (TPU). Di TPU, ketinggian air hampir mencapai 1 meter, banjir juga menutup ruas jalan di tiga desa tersebut hampir sejauh 2 km.
“Banjir yang terjadi seperti ini sudah terjadi dua kali, pertama tahun 1998 dan yang kedua hari ini,” ungkap Fatir. Hingga pukul 17.00 WIT, banjir belum juga surut. Walau begitu, warga masih tetap bertahan di rumah mereka dengan harapan bisa mendapat bantuan logistik dari pemerintah setempat.
Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Morotai, Muslim Jumaati, ketika dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sudah bergerak ke lokasi banjir.
Dikatakan, dari hasil pantauan BPBD Morotai sementara, selain tiga desa tersebut, terdapat dua desa lainnya di Kecamatan Morotai Selatan yang juga mengalami musibah banjir yaitu desa Sabatai dan Sabalah.
“Di Sabatai dan Sabalah itu air jatuh dari pegunungan di belakang desa,” ungkap Muslim saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Namun, dari lima desa tersebut, diakui Muslim, Sangowo yang terparah. “Sementara kami (BPBD) menuju ke Sangowo, jumlah rumah yang terdampak kami belum tahu, karena sementara masih didata, nanti sudah selesai baru saya kirim datanya,” pungkas Muslim.
Sampai pukul 18.00 WIT atau jam 6 sore debit air masih terpantau mulai surut. Walau begitu, tidak penutup kemungkian masih terjadi banjir susulan, mengingat kondisi cuaca di Morotai sampai dengan pukul 19.00 WIT masih diselimuti awan hitam. (fay)

