Pantai Wisata Army Dock Tak Terurus

Pantai Wisata Army Dock

DARUBA – Salah satu icon wisata yang banyak dimintai wisatawan di saat liburan, yaitu Pantai Army Dock yang terletak di kawasan pantai Desa Darame Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai mulai diabaikan pemerintah.

Ini bisa dilihat dari kondisi pantai yang kotor penuh sampah dan tidak terurus dengan baik oleh pemerintah.

Pantauan Fajar Malut, Minggu (8/11/2020), hamparan pasir sepanjang 200 meter di lokasi itu, dipenuhi sampah plastik dari para pengunjung maupun sampah kayu yang terdampar akibat  terbawa arus.

Padahal, Army Dock merupakan salah satu tempat wisata yang paling ramai dikunjungi wisatawan setiap hari Minggu, karena selain memiliki hamparan pasir yang indah. Lokasi tersebut juga menyimpan cerita sejarah Perang Dunia ke II, karena merupakan tempat pendaratan pertama Tentara sekutu di Pulau Morotai dalam Perang Dunia ke II.

Kondisi ini mendapat perhatian dari Dosen Taknik Lingkungan Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Irfan Hi Abdulrahman. Menurut Irfan, ditetapkanya Morotai sebagai salah satu daerah destinasi parwisata prioritas nasional mestinya Pemkab Morotai dalam merumuskan program dan kegiatan tidak parsial seperti saat ini, dimana terlihat banyak tempat objek wisata dipenuhi sampah yang menumpuk dipesisir pantai salah satunya Pantai Army Dock.

“Pemkab harusnya bisa merumuskan program yang sifatnya preventif dan tahu kapan musim atau waktu sampah meningkat dipesisir sehingga perlu disiagakan petugas kebersihan di objek-objek wisata,” harapnya.

Sebab, lanjut dia, sampah di pesisir pantai tidak sekedar dilihat dari aspek estetika tetapi permasalahan pencemaran lingkungan pantai dan pesisir ini akan berdampak pada kerusakan ekosistem yang hidup di sekitar pantai tersebut.

“Jika kondisi yang terlihat saat ini terjadi terus-menerus maka dapat dipastikan kerusakan ekosistem laut di pantai army dock akan mengelami kerusakan. Saya menyayangkan penumpukan sampah di pesisir pantai army dock bisa terjadi, padahal pantai army dock berada di dipusat kota. Bagimana dengan objek wisata lain yang berada jauh dari ibu kota Kabupaten dapat di pastikan lebih parah dari penumpakan sampah Pantai Army Dock,” katanya.

Dirinya berharap, Pemda terutama instansi terkait tidak tinggal diam soal sampah di pantai Army Dock. “Saya mendesak Pemkab agar segera mengatasi permasalahan sampah di pantai army dock, sebab pantai army dock telah menjadi destinasi alternatif warga diseputaran kota daruba hingga tidak menggangu warga yang bereakreasi ke situ,” tuntas Irfan. (fay)