MHB-GAS Akan Intervensi Ritel Yang Menjamur

M. Hasan Bay

TERNATE – Bisnis ritel Alfamidi dan Indomaret di kota Ternate mulai tumbuh dan berkembang. Semakin menjamurnya bisnis ritel turut menyita perhatian masyarakat, termasuk calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 3, Muhammad Hasan Bay dan Mohammad Asghar Saleh (MHB-GAS)

Menurut calon Wakil Walikota Ternate M. Asghar Saleh, usaha ritel seperti Alfamidi dan Indomaret sudah menjadi konsekuensi logis dari segmentasi pasar di kota Ternate yang relatif terbuka dengan investasi. Kata Asghar, kalau sekalipun Ternate cukup relatif inklusif dengan investasi, pemerintah kota perlu memberi intervensi melalui kebijakan agar tidak menimbulkan efek domino bagi usaha kecil.

“Kami pasangan MHB-GAS mempunyai solusi mengenai masuknya investasi di kota Ternate. Solusi yang kami rumuskan itu benar-benar berpijak pada kondisi objektif. Segmentasi pasar kota Ternate ini tergolong relatif terbuka dengan investasi. Sehingga sangat sulit untuk kita tolak. Karenanya solusi yang kami tawarkan lebih ditujukan pada penguatan dan penegakan aturan main atau kebijakan,” katanya, Minggu (08/11/2020).

Asghar menjelaskan, posisi pemerintah dalam konteks relasi negara, masyarakat dan pasar adalah sebagai penengah. Menurutnya, menerima investasi bukan berarti menyerahkan semuanya mengikuti mekanisme pasar. Pemerintah, lanjut Asghar, harus menjadi penengah agar visi redistribusi kesejahteraan dan penegakan keadilan dapat tercapai. Ia memberi contoh terkait bagaimana memastikan produk lokal bisa menjadi komoditas di Alfamart dan Indomaret di kota Ternate.

“Semisal bagaimana memastikan agar produk UKM lokal seperti Bagea, roti Kenari dan dabu-dabu roa dapat dipajang di etalase Alfamidi dan Indomaret. Para pelaku UKM agak susah memasukan barangnya ke situ. Makanya, pemerintah perlu lakukan intervensi lewat kebijakan tentunya. Jadi kita menerima investasi tidak lantas menyerahkan semuanya ini pada mekanisme pasar. Maka posisi pemerintah dalam relasi negara, masyarakat dan pasar ini adalah sebagai penengah,” tuturnya.

Sembari menyebutkan,pihaknya merasa perlu ada terobosan kebijakan regulasi yang memastikan agar adanya perlindungan dan penyediaan ruang yang bisa memungkinkan UMKM atau kios-kios kecil itu berkembang. Artinya MHB-GAS akan menyediakan kerangka kelembagaan yang bisa berikan ruang bagi usaha-usaha kecil dan tenaga kerja lokal, melindungi semuanya tanpa pengecualian, serta mempermudah produknya diterima oleh pasar ritel tersebut.

Sementara calon Walikota Muhammad Hasan Bay menambahkan, Tenaga Kerja Lokal akan diberi ruang, dilindungi dan diutamakan. Baginya kehadiran investasi seperti Alfamidi dan Indomaret tidak mesti diartikan selalu sebagai ancaman.

Ia menegaskan, jika yang terpenting dari semua itu bagaimana melihat dan memanfaatkan peluang di balik ancaman yang ada.

“Pada intinya solusi MHB-GAS terkait investasi mengutamakan tenaga kerja lokal dan usaha-usaha kecil. Kalau usaha ritel itu kita jadikan itu sebagai peluang, maka tenaga kerja lokal itu bisa terserap dengan baik. Tinggal pemerintah melakukan intervensi dalam konteks ini. Karena itu sesuatu yang kita anggap itu ancaman, sebetulnya bisa menjadi peluang selagi kita memiliki kepekaan terhadap peluang,” terangnya.(cr-02/**)