TERNATE – Pembangunan tahap awal pelabuhan Hiri yang hanya asal-asalan oleh pihak ketiga (kontraktor, red), maka Dinas Perhubungan Kota Ternate meminta untuk dibongkar. Karena sesuai dengan penganggarannya bangunan kantor itu dibangun baru, bukan renovasi.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Ternate Faruk Albaar Selasa (17/11/2020) menyebut, pihak ketiga sebagai pelaksana kegiatan sudah dipanggil dan diminta untuk membongkar pondasi yang telah dibuat sebelumnya.
“Kita sudah minta bongkar pondasi tersebut, karena itu bukan kegiatan renovasi tapi bangun baru,” katanya.
Menurut dia, yang dibangun saat ini yakni pembangunan kantor baru, bukan renovasi, sehingga pekerjaan yang sudah dibuat harus dibongkar sebab tidak sesuai. “Kan bangun baru bukan renovasi, jadi harus dibongkar. Mungkin besok sudah mulai star,” ungkapnya.
Bahkan kata dia, lokasinya juga diminta untuk dipindahkan, selain pembangunan kantor tahun ini juga sudah dibuatkan perencanaan dan kedepan nanti bakal dibangun ruang tunggu dan pelabuhan.
“Termasuk parkiran juga kita siapkan,” terangnya. Sementara Wakil Ketua Komisi I DPRD Kota Ternate Zaenul Rachman mengatakan, tuntutan warga itu sudah diakomodir dalam APBD-P dan dikembalikan ke SKPD teknis untuk melaksanakan kegiatan yang mestinya harus dilakukan sesuai dengan anggaran yang sudah dialokasikan.
“Nanti secara kolektif komisi I kami akan turun cek,” ungkapnya. Pihaknya berharap, Dinas Perhubungan ketika menerima keluhan warga itu diharapkan apa yang dikeluhkan dapat ditindaklanjuti, ke depan kata dia proses perencanaan harus matang dilakukan dan tidak terburu-buru.
“Kita tidak hanya sekedar bicara anggaran dialokasikan, tapi bagaimana anggaran itu dapat menciptakan pekerjaan yang kualitas baik, dan dibangun sesuai dengan perencanaan, tidak boleh asal-asalan, namun kami belum kroscek ke lapangan,” jelasnya.(cim)

