TERNATE – Penyaluran insentif triwulan IV kepada imam, badan syara dan guru mengaji TPA/TPQ se-Kota Ternate, Selasa (17/11/2020) dilakukan Wali kota Ternate Burhan Abdurahman kepada 136 orang imam masjid dan mushalla, 647 badan syara, 296 pengasuh TPQ/guru mengaji dan 2.000 kepala keluarga penerima manfaat zakat.
Wakil Ketua I Baznas Kota Ternate Barham Hi. Daiyan mengatakan, jumlah total penyaluran triwulan IV sebesar Rp 1.130.400.000 untuk insentif imam sebesar Rp 68 juta, badan syara Rp 258 juta, pengasuh TPQ/guru mengaji sebesar Rp 103.600.000, dan penerima manfaat zakat sebesar Rp 700 juta.
“Di tahun 2020 ini Baznas Kota Ternate telah memprogramkan 4 kali pemberian insentif bagi imam, syara dan guru mengaji, triwulan I pada bulan Februari, triwulan II bulan Mei, triwulan III bulan Agustus, dan triwulan IV bulan November,” katanya.
Menurutnya, pengumpulan zakat infaq dan sedekah (ZIS) pada 2017 sebesar Rp 2.742.991.917, tahun 2018 sebesar Rp 3.712.997.692, tahun 2019 sebesar Rp 3.848.330.884 dan tahun 2020 sampai November terhimpun sementara sebesar Rp 2.979.652.940 dengan total pengumpulan ZIS selama empat tahun sebesar Rp 13.283.970.433.
“Pengumpulan ZIS pada tahun ini mengalami penurunan diakibatkan pandemic covid-19, yang mempengaruhi ekonomi masyarakat yang secara otomatis berpengaruh pada pengumpulan ZIS, dan hal ini terjadi di hampir seluruh BAZNAS Provinsi dan Kabupaten/Kota di Indonesia,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi hal itu, kata dia, BAZNAS melakukan terobosan dan memperoleh ZIS dengan menempatkan kotak infaq di setiap kantor kelurahan di Kota Ternate.
“Alhamdulillah hasilnya dari bulan ke bulan mengalami peningkatan dengan nilai Rp 7.857.800, selain itu BAZNAS Kota Ternate melakukan kerja sama dengan alfamidi sementara ini 8 gerai dengan besar infaq Rp 1.522.000 dan indomaret 3 gerai Rp 1.437.000, dan total dari 2 gerai itu sebesar Rp 2.959.000,” ungkapnya.
Sementara Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman dalam sambutannya mengatakan, sangat berterima kasih kepada pengurus BAZNAS karena sejak dilantik hingga kini bekerja maksimal dengan sejumlah terobosan yang dilakukan kepada warga yang memenuhi syarat. Hal ini sesuai dengan visi misi dari Pemkot Ternate, yakni menjadikan Ternate Kota Agamais. Dia juga memberikan apresiasi kepada imam, badan syara dan guru mengaji yang selama ini gigih melaksanakan tugas di tempatnya masing-masing dengan baik.
Dikatakannya, Pemkot melalui program bidang keagamaan salah satunya baca tulis al-qur’an.
“Alhamdulillah sudah 10 tahun berjalan terus, kalau anak-anak kita tidak tahu mengaji tidak lulus, dan tiap tahun kita mewisuda 3.000 lebih, jadi sekitar 10 tahun saya menjabat ini sudah sekitar 35.000 anak-anak yang tahu mengaji,” jelasnya.
Dikatakan, pihaknya berharap 10 sampai 20 tahun ke depan seluruh masyarakat Kota Ternate sudah tahu mengaji, dan saat ini juga di programkan hafalan 1 juz yakni juz 30 dan itu sudah mulai jalan.
“Bahkan di Ternate sudah ada yang hafal qur’an, jika dibandingkan 10 tahun lalu, jadi saya bertekad di akhir masa jabatan saya pesantren yang melaksanakan hafidz qur’an itu saya akan berikan dukungan bantuan sehingga lebih berkembang lagi,” katanya.
Dia menyebut, jika dalam satu kecamatan ada penghafal al-qur’an, maka daerah ini akan mendapat berkah dan hal itu punya pengaruh besar terhadap perkembangan generasi ke depan. Selain itu program wajib diniyah bagi siswa SD untuk mengetahui dasar-dasar hukum Islam.
“Ini ditanamkan kepada anak-anak kita agar mereka betul-betul punya keimanan yang kuat, dan pendidikan seperti ini ke depan harus diperhatikan, dan hal ini dapat dilakukan di masjid sehingga dapat membentuk kepribadian agama anak-anak,” pintanya. (cim/pn)

