TERNATE – Sudah sepekan ini Walikota Ternate Burhan Abdurahman tidak berkantor, karena orang nomor satu di Pemkot Ternate ini dikabarkan berada di luar daerah. Bahkan sampai kemarin belum terlihat masuk kantor untuk beraktivitas, kegiatan Walikota selama selama di luar belum diketahui.
Walikota ketika tidak beraktifitas, kondisi kantor Walikota terlihat sepi, hal ini juga sangat mempengaruhi kinerja dari ASN di masing-masing SKPD yang kebanyakan tidak masuk kantor dan memilih berdiam diri di rumah. Beruntung Wakil Walikota dan Sekda masih berkantor sehingga aktivitas pelayanan bisa jalan.
Menanggapi ini, akademisi Unkhair Ternate Nurdin I. Muhammad mengatakan, ketidakberadaan walikota di Ternate selama sepekan ini, harus dijelaskan ke publik apa saja agenda walikota selama berada di Jakarta. Sebab walikota keluar daerah menggunakan dana daerah, jangan sampai ketika ke Jakarta untuk urusan pribadi, namun menggunakan dana daerah.
Menurutnya, keberangkatan Walikota ini sudah tentu mengganggu pelayanan dan aktivitas pemerintahan. Mestinya, di akhir periode ini, Walikota memberikan kesan yang baik terhadap publik sebagai bentuk komitmen kepemimpinannya.
“Jangan karena sudah mau mengakhiri masa tugas sebagai kepala daerah, tugas-tugas pelayanan/pemerintahan diabaikan. Harus diingatkan bahwa saat ini beliau masih sebagai walikota yang padanya tugas kepala daerah masih melekat, Penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi, membutuhkan kerja terukur dan serius sehingga keberadaan wali kota sangat urgen saat ini,” ungkapnya.
Sembari menyebut, Walikota mestinya fokus menyelesaikan semua tugas, agar berakhir dengan kinerja dan kesan yang baik bagi warga kota. Jangan sampai, warga menilai di akhir periode, walikota hanya menghabiskan anggaran untuk perjalanan. (cim)

