Walikota Tidore Tunda Berangkat ke Jakarta

Walikota Tidore Ali Ibrahim

TIDORE – Walikota Tidore Kepulauan Capt. H. Ali Ibrahim yang juga merupakan Calon Walikota Terpilih 2 Periode ini harus menunda keberangkatannya ke Jakarta demi agenda kerakyatan yang berkaitan dengan vaksinasi Covid-19.

Padahal jadwal keberangkatannya sudah diagendakan pada Minggu, (17/1/21) untuk persiapan mengikuti proses sidang sengketa hasil perolehan suara di Mahkamah Konstitusi (MK). Alasan dibatalkan keberangkatan tersebut dikarenakan Walikota ingin memastikan pelaksanaan vaksinasi yang akan dilakukan di Kota Tidore Kepulauan pada senin pekan depan, dapat berjalan dengan lancar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan beliau, dan beliau menunda keberangkatannya untuk menyaksikan launching perdana pemberian vaksin pada senin pekan depan,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kota Tidore Kepulauan, dr. Abdullah Maradjabessy saat ditemui awak media di Kantor Walikota Tidore, pada Kamis, (14/1/21).

Apakah Walikota juga divaksin atau tidak.? Ditanya demikian, Abdullah menjelaskan bahwa dalam agenda vaksinasi ini, Walikota Tidore Kepulauan Capt. Hi. ali Ibrahim telah dinyatakan gugur dalam persyaratan, karena yang bersangkutan sudah pernah terkonfirmasi Positif Covid-19. Pasalnya orang-orang yang sudah terkonfirmasi, maka sudah tidak perlu untuk divaksin.

Lebih lanjut, Abdullah merincikan bahwa orang-orang yang tidak bisa dilakukan Vaksinasi diantaranya mereka yang berusia dibawah 18 tahun dan diatas 59 tahun, selain itu mereka yang tidak punya penyakit bawaan seperti penyakit Gula, hipertensi, demam tinggi, batuk selama 7 hari, alergi, TBC, dan bahkan untuk ibu hamil beserta ibu menyusui juga belum bisa dilakukan Vaksin.

“Kami sudah melatih sebanyak 65 tenaga medis untuk dilakukan vaksinasi, dan itu siap ditempatkan di 8 puskesmas yang berada di Kota Tikep, ditambah dengan 3 rumah sakit, diantaranya RSUD Tidore, RSUD Sofifi, Dan Rumah Sakit Jiwa untuk penggunaan fasilitasnya,” tambahnya.

Abdullah bilang, proses Vaksinasi ini nantinya akan digratiskan kepada masyarakat, sebab untuk pembiayaannya sudah ditanggulangi oleh negara. Sehingga masyarakat tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukan proses vaksinasi.

“Vaksin untuk masyarakat umum ini masuk dalam tahap ke tiga dan itu waktunya masih lama, sebab tahap 1 dan 2 ini mulai dari januari – april 2021, dan vaksin yang dikirm untuk tahap petama ini khusus buat tenaga kesehatan di kota tidore kepulauan, karena mereka punya potensi tertular dan menular,” ujarnya. (ute)