Harga Rapid Test Dua Apotek Berbeda

Rapid Test (ilustrasi)

SANANA – Dua apotek mendapat keuntungan besar setelah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sula (Kepsul) memberlakukan rapid test kepada pelaku perjalanan, yakni apotek Kristi dan Indo Farma.

Dua apotek ini melayani masyarakat yang mau berangkat ke Ambon, Ternate,  Manado, Makasar dan Jakarta. Hanya saja, dari dua apotek ini hanya Kristi yang menyediakan rapid test antibodi dan antigen. Sementara Indo farma hanya menyediakan rapid antibodi.

Sebelumnya, harga rapid test antibodi di apotek Kristi Rp. 300.000. Tapi sekarang turun menjadi Rp 250.000. Sedangkan untuk rapid test antigen Rp. 400.000 per orang yang diberlakukan untuk anak-anak dan orang dewasa.

“Ya kalau untuk harga semua sama, baik anak bayi maupun orang dewasa,” kata pemilik apotek Kristi, Lusia Adam kepada wartawan, Kamis (14/01/2021).

Lusia mengatakan, penyediaan rapid tidak ada kerja sama dengan Pemkab Kepsul. Meski begitu, pihaknya juga sudah melakukan pemberitahuan kepada tim Covid-19 Kabupaten maupun berkoordinasi dengan tim Covid-19 di Ternate.  “Ini pribadi, tapi sebelumnya kami juga telah meminta izin dari Ternate khususnya di tim Covid-19 di sana dan kami juga sudah lakukan pemberitahuan di Tim Covid-19 maupun dari Dinas Kesehatan,” ujarnya.

Sementara pemilik apotek Indo farma, Haryono mengatakan, harga yang mereka berikan kepada masyarakat yang mau melakukan rapid tidak menentu. Jika yang datang hanya 1 orang, maka biayanya Rp. 300 ribu.  Tapi jika datang lebih dari 5 orang, tentu bisa di bawah harga, yakni Rp. 200 hingga 250 ribu.

“Kalau di kami hanya melayani rapid test antibodi. Kan 1 dus kena Rp 160 ribu, belum lagi biaya dokter Rp 50 ribu dan perawat Rp 20 ribu, ditambah biaya pengiriman,” katanya. (nai)