Penataan Kawasan Makassar Timur 8 Miliar

Nuryadin Rachman

TERNATE – Anggaran penataan kawasan kumuh di Kelurahan Kampung Makasar Timur disiapkan  sebesar Rp 8 miliar, di dalamnya terdapat empat kegiatan utama, yakni drainase dan sanitasi serta fasilitas sarana umum dan TPS3R.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Nuryadin Rachman, Kamis (14/01/2021). Dia mengatakan, kebijakan penataan kawasan kumuh di kelurahan kampung Makasar Timur ini, dalam waktu dekat akan diselesaikan oleh Pokja PKP, yang terdiri dari beberapa SKPD di dalamnya termasuk kota ku sebagai leader penataan kawasan kumuh.

“Mudah-mudahan dalam Minggu ini kalau nilainya sudah keluar dari tim appraisal, maka pekan depan sudah diminta untuk melakukan negosiasi, dan selanjutnya seluruh dokumen dan syarat yang berkaitan dengan hal itu sudah bisa terpenuhi,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Anggaran ganti rugi sudah disiapkan sebesar Rp 2 miliar lebih dan sudah diproteksi lebih dulu apa yang nantinya digantikan, lebih konkrit akan dibagi lembaga independen, sehingga nilai yang dikeluarkan oleh lembaga tersebut, betul-betul sesuai dengan perhitungan dari apa yang digantikan. “Hal itu sudah dijalankan sesuai dengan tahapan yang nanti diselesaikan dalam bulan ini,” terangnya.

Kata Nuryadin, TPS3R dalam DAK integrasi sudah terakomodir beberapa poin kegiatan di dalamnya, termasuk pembuatan sepiteng komunal, pengadaan mobil sampah, yang menjadi masalah belum terakomodir adalah anggaran timbunan lahan di APBD 2020.

“Namun dalam rapat tadi sudah sudah disepakati bersama Banggar DPRD dengan TAPD kurang lebih Rp 1,8 miliar. Nanti ada rapat lanjutan Banggar dan TAPD untuk dicarikan solusi apakah itu nanti ditambahkan atau digeser, nanti dibahas dalam rapat lanjutan kedepan dengan item yang prioritas,” ujarnya.

Menurutnya, ada beberapa item yang anggarannya belum diakomodir yakni timbunan, pondasi, pagar dan paving, nanti dilihat mana yang harus digeser, apakah timbunan atau lainnya, jadi nanti disesuaikan dengan anggaran yang ada.

“Total DAK integrasi kurang lebih Rp 8 miliar, di dalamnya empat kegiatan utama, yang pertama drainase dan sanitasi, fasilitas sarana umum dan TPS3R. Sedangkan untuk dokumen atau master plan kawasannya secara keseluruhan sudah ada, baik dari perumahan, sanitasi, drainase dan lainnya semua sudah lengkap,” ucap Nuryadin.

Yang belum Lengkap, lanjutnya, terkait dengan dokumen larap terkait dengan sisi anjungan timur, direncanakan dibagun tempat penjualan kurang lebih Rp 30 miliar yang di suport langsung oleh balai melalui KotaKu.

“Kami dan teman-teman leader KotaKu untuk berupaya semaksimal mungkin, sehingga anggaran Rp 30 miliar tersebut bisa dilaksanakan dengan baik, tapi tidak dalam bentuk Multiyears, mudah-mudahan dalam satu tahun ini bisa diselesaikan, DPRD juga sepakat harus diselesaikan tahun ini, namun tidak dalam bentuk Multiyears,” tutupnya.(one)