JAILOLO – Warga Desa Gamsida, Kecamatan Ibu Selatan kabupaten Halmahera Barat (Halbar) digegerkan peristiwa gantung diri. Korban diketahui bernama Nok Koduru (58) yang berprofesi sebagai petani itu mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali tepatnya di kamar korban.
Rengsi Luang, istri korban mengaku, sekitar pukul 07:00 Wit, ia melayani sang menyediakan sarapan pagi untuk persiapan untuk suaminya sebelum beraktivitas dengan memberikan satu gelas susu buat suaminya.
Seusai memberikan susu, Rengsi harus menyiapkan masakan didapur. “Pukul 7.00 Wit, saya buat susu untuk suami saya. Dan saya bilang pada suami saya ke dapur untuk masak,” tuturnya
Setelah, kesiapan tanggung jawab seorang istri selesai, ia menuju kembali menjenguk korban, sang istri kaget melihat leher suaminya di balik pintu kamar dalam kondisi kaku dengan mengikat leher dengan tali sekira dua meter.
Saking paniknya ketika melihat sang suami dengan kondisi tak bernyawa, dirinya langsung histeris dan teriak meminta pertolongan pada sejumlah tetangga. Tak lama kemudian warga langsung memutus tali yang dipakai korban untuk mengakhiri hidupnya. “Saya langsung teriak minta tolong di tetangga dan ketika mereka datang langsung kita potong tali,” ungkapnya
Belum diketahui penyebab korban gantung diri. Namun data yang diperoleh Fajar Malut, korban sering mengeluh pada sang istrinya, bahwa penyakit asam lambung yang menimpah dirinya tak kunjung sembuh.
Korban sempat diperiksa Dokter Daniel Hutagalung dan hasilnya hasil pemeriksaan korban menderita penyakit SKIZOFRENIA (Gangguan Halusinasi). “Korban murni bunuh diri dikarenakan korban sudah tidak sanggup dengan penyakitnya yang sudah cukup lama,” pungkasnya
Korban langsung diserahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan. Kapolsek Ibu Ipda Sekda yang didampingi Kanit Reskrim, Kanit Sabhara ikut dalam pemakaman tersebut. (ais)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

