Tagihan Rekening PDAM Halbar Naik Tidak Wajar

PDAM Halmahera Barat

JAILOLO – Sejumlah warga Desa Moiso, Kecamatan Jailolo Selatan, Kabupaten Halmahera Barat   mengeluhkan tagihan air bersih dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) setempat.

Warga menilai, pembayaran biaya tarif air tersebut naik tidak wajar. “Awalnya kita hanya disuruh bayar uang pemasangan meteran Rp 250 ribu, kemudian petugas PDAM memberikan kartu meter untuk dua bulan yang disuruh bayar 30 ribu.Tetapi memasuki bulan Januari kemarin tagihannya sampai 275 ribu,” keluh seorang warga setempat yang meminta namanya tidak di publish kepada, Sabtu (13/2/2021) pekan kemarin.

Ia mengaku bingung dengan besaran biaya yang harus dibayar itu. Sebab, tagihannya berbeda-beda. Padahal, informasi awal dari pihak PDAM, pembayaran air normal yang dibayarkan hanya Rp 30 ribu per bulan.

Namun belakangan ini jumlah pembayaran tagihan justru naik menjadi Rp 60 ribu hingga Rp 300 ribu. “Ada warga yang per bulan bayar Rp 60 ribu hingga Rp 300 ribu,” ungkapnya.

Ari yang juga warga setempat meminta pihak PDAM mestinya harus melakukan sosialisasi soal masalah biaya pemakaian air tersebut, sehingga dapat diketahui oleh seluruh pelanggan. “Jangan hanya jatuh tempo pembayaran kemudian warga  disuruh bayar dengan harga yang begitu tinggi,” kata dia.

Direktur Utama PDAM Halmahera Barat, Iksan M. Nur ketika dikonfirmasi meminta konfirmasi ke Unit Pelayanan IKK Jailolo Selatan. “Coba konfirmasi dengan pak Fahrul, Kepala Unit Pelayanan IKK Jailolo Selatan, nanti baru saya tanyakan juga ke dia,” katanya.

Menurutnya, PDAM saat ini telah menyediakan pusat pengaduan warga. “Di kantor ada pusat pengaduan warga, jadi memang warga yang merasa ada tinggi pembayarannya nanti bisa diselesaikan di kantor,” terang Iksan. (ais)