TERNATE – Walikota Ternate Burhan Abdurahman pada Senin (15/02/2021) hari ini, akan melakukan peresmian plaza gamalama modern dan sport hal serta rumah sakit daerah Kota Ternate. Sebelum dilakukan peresmian, pada Minggu (14/02/2021) Walikota bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate Risval Tri Budianto melakukan peninjauan lokasi.
Di lokasi, Walikota meninjau satu persatu tenant yang masih kosong belum terisi. Walikota usai meninjau mengatakan, pekerjaan di plaza gamalama tinggal sebagian kecil pemasangannya, bahan yang dibutuhkan sudah ada. “Sore, mereka kerja full sampai besok (hari ini, red) sudah bisa kita resmikan plaza gamalama, sport hall dan rumah sakit,” ucap Walikota.
Dikatakannya, untuk pengelola setelah peresmian baru akan dilakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Pemkot akan memberi kesempatan kepada pihak ketiga, karena gedung yang sudah bagus ini dikelola oleh orang yang memahami dan profesional. “Kita berharap gedung ini menjadi aset Pemkot bisa meningkatkan PAD dan memberikan dampak untuk kesejahteraan masyarakat. Kadang orang hanya menilai dan mengukur sewa lapak berapa, sesungguhnya dampak diluar itu lebih besar.
Misalnya, dengan adanya mall ini orang se-Malut pasti datang kesini, begitu mereka datang ada yang menginap dan makan di restoran, naik ojek dan pakai mobil. Itu dampak kesejahteraan masyarakat yang tidak terlihat, tapi itu justru lebih besar. Kemudian akan menyerap tenaga kerja ratusan, berarti mengurangi angka pengangguran dan menjadi icon Pemkot Ternate,” akunya.
Sementara Kadis PUPR Kota Ternate Risval Tri Budianto menjelaskan, proses penentuan pengelola ini harus mengikuti aturan, aturan itu yang sementara dikaji. Jika, aturan itu ditetapkan tender, maka akan dilakukan tender.
“Peresmian besok (hari ini,red) tanpa pengelola, artinya gedung ini belum bisa difungsikan. Karena dilakukan fungsi pengelola dalam Permendagri ini maupun Perpres ada tata cara, jadi gedung ini sementara belum ada penghuninya. Tenant – tenant baik lokal dan nasional yang berminat sudah memasukan surat ke walikota Ternate terkait investasi di plaza gamalama, namun hingga sekarang kami belum memberikan jawaban. Kurang lebih 20 tenant, yang siap mengisi plaza gamalama. 20 tenant itu yakni, lokal dan nasional,” ucapnya.
Sambung Risval, tenant ini tidak bisa secara langsung setelah menyurat langsung disetujui, tapi pengelola yang membahasnya. Kelayakannya masuk ke dalam seperti apa, tetap mengutamakan investasi lokal di Malut. “Proses penentuan secara administrasi cukup lama sekitar 30 – 60 hari, kalau ada penyedia yang memenuhi syarat, karena ini aset Pemkot yang cukup mahal dan kita memperhatikan administrasi tata kelola keuangan negara,” terangnya.
Risval menambahkan, total anggaran pembangunan plaza gamalama sebesar Rp 92,5 miliar, yaitu tahap pertama 2017 sebesar Rp 20 miliar, tahap dua 2018 Rp 2,5 miliar, dan tahap ketiga multiyears Rp 70 miliar.(cim)

