Polres Diminta Serius Usut Proyek Fasilitas Swering

Polres Kepsul

SANANA – Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Ternate, mendesak Polres Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) serius menangani dugaan kasus korupsi. Salah satunya proyek pembangunan fasilitas pendukung kawasan swering di Desa Mangon, Kecamatan Sanana.

“Iya, kami meminta Kapolres Kepsul, AKBP Harry Purwanto tidak main-main menangani kasus korupsi di Sula,” kata Ketua HPMS Cabang Ternate, Armin Soamole, Rabu (24/02/2021).

Armin mengatakan, untuk proyek kawasan pendukung di Desa Mangon itu, ada temuan dari BPK RI Perwakilan Maluku Utara. “Yang jelas kalau ada temuan dari BPK, maka di situ ada sesuatu yang tidak beres,” pungkasnya.

Dia menambahkan, Polres Kepsul harusnya  melihat temuan BPK itu untuk menjadi dasar dalam penyelidikan. “Kan sudah ada titik terangnya. Tinggal Polres dalami saja. Yang menjadi pertanyaan besar adalah, Polres Kepsul serius atau tidak,” ungkap Armin.

Sekadar diketahui, proyek pembangunan fasilitas kawasan pendukung swering itu dikerjakan pada 2019 dengan nilai anggaran sebesar Rp. 1,4 miliar, yang bersumber dari APBD, dikerjakan oleh PT. Permata Membangun. Sedangkan di 2020, dikerjakan oleh CV. Sarana Mandiri dengan nilai anggaran Rp. 2,646 miliar yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU).(nai)