Angka Stunting di Halbar Meningkat

Kepala Seksi KIA dan Gizi Dinkes Halbar Jasmawaty

JAILOLO – Angka stunting di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar) meningkat hingga sembilan persen dibandingkan jumlah tahun sebelumnya. Pada tahun 2019 jumlah angka stunting sebanyak 1.016 dan melonjak mencapai 1.616 anak di tahun 2020.

“Tahun 2020 kita sudah memberikan kapsul laduni. Untuk itu nanti kita lihat di tahun 2021 apakah ada efek perubahan ataukah tidak,” kata Kepala Seksi KIA dan Gizi Jasmawaty, kemarin Sebanyak 1000 botol kapsul laduni sudah didistribusikan oleh pihaknya di tujuh titik puskesmas yang sasarannya ada tiga pengguna, yakni Ibu Nifas, Ibu Hamil dan Calon pengantin.

Distribusi kapsul laduni di tujuh puskesmas diantaranya, yakni Puskesmas kota, Sidangoli, Bobaneigo, Talaga, Baru, Ibu, dan Puskesmas Duono. Untuk pencegahan angka stunting ini, kata Jasmawaty, pihak terkait sudah harus mengambil langkah dari seribu hari kehidupan sebelum balita itu dilahirkan atau masih dalam kandungan sudah harus diintervensi agar pencegahannya benar-benar efektif.

“Kalau pencegahannya baru dilakukan stelah balita lahir dan cuman tiga bulan penanganannya, itu tidak memberikan dampak sedikitpun, jadi penanganannya sudah harus seribu hari kehidupan. Artinya disaat sudah mulai pembuahan itu sudah harus diintervensi sampai balita tersebut berusia dua tahun,” jelasnya

Angka stunting, lanjutnya, naik hingga mencapai 600 anak. Presentasi stunting menjadi 18,9 persen dari jumlah sebelumnya di tahun 2019 dengan jumlah 18,0 persen. “Melihat tingginya angka kenaikan stunting, prinsipnya kami akan terus berupaya serius untuk melakukan langkah-langkah untuk menghambat percepatan angka stunting di Kabupaten Halbar,” ujarnya.

Ia menegaskan, naiknya balita stunting tentu akan menjadi perhatian serius untuk dilakukan penanganan. Namun menurutnya jika hanya dilakukan oleh dinas kesehatan tentu itu tidak sepenuhnya berhasil. “Untuk itu saya berharap lintas sektor juga turut melibatkan diri dalam melakukan langkah-langkah penanganan percepatan angka stunting pada balita,” tandasnya.  (ais)