Pj. Walikota Copot Dirut PDAM Ternate

Dirut PDAM Ternate

TERNATE-  Janji Pj Walikota untuk mencopot sejumlah pejabat di Pemkot Ternate terbukti, ada tiga orang diganti dari posisi mereka yakni Dirut PDAM Abd Gani Hatari dan menunjuk Asisten III Thamrin Alwi sebagai pelaksana tugas (Plt) Dirut PDAM sesuai surat nomor 824.4/1162/2021, jabatan Plt. Kabag Pengadaan Barang dan Jasa Setda Kota Ternate yang sebelumnya di oleh Aisa Ahmad digantikan Yunita Rahman sesuai surat nomor 824.3/1161/2021, serta jabatan Bendahara Pengeluaran Setda Kota Ternate.

Pj. Walikota Ternate Hasyim Daeng mengatakan, dirinya sudah teken surat untuk memberhentikan Dirut PDAM Kota Ternate Abd Gani Hatari. “Saya menunjuk asisten III untuk menjadi pelaksana sementara , sampai pejabat definitive masuk baru dilakukan fit and properties,” tegasnya, Selasa (06/04/2021) 

Alasannya, kata dia, karena saat ini BPKP juga sedang melakukan audit, selama tiga tahun PDAM tidak pernah diaudit. Bahkan yang bersangkutan juga berhadapan dengan masalah hukum. “Lagian dia juga sudah tersangka, dan status tersangkanya belum berakhir,” ungkapnya. Selain itu, menurut Hasyim, manajemen organisasi PDAM juga tidak bagus. Dan pergantian Dirut PDAM itu bagi dia tidak harus melalui rapat pemegang saham. “Itu hak prerogatif kepala daerah sesuai dengan Perda nomor 2,” katanya.

Dia menyebutkan, untuk pergantian di tubuh PDAM hanya jabatan Direktur, sementara jabatan di PDAM tidak diganti. “Jadi nanti pak asisten III melihat apakah kondisi di dalam organisasi apakah sehat atau mana yang perlu harus dibenahi, dan mana yang perlu diperbaiki. Nanti asisten III melaporkan ke saya,” sebutnya.

Sementara untuk jabatan Kabag ULP lanjut dia, karena jabatan pelaksana tugas (plt) Kabag ULP sudah cukup lama sehingga dilakukan pergantian. “Karena Plt saja tidak ada pengisian jabatan definitif, karena kalau Plt itu sewaktu-waktu bisa berubah,” terangnya.

Untuk bendahara pengeluaran di Setda dia menyebutkan, juga sudah diganti bahkan dirinya sudah memanggil bendahara sekretariat yang lama, alasannya karena yang bersangkutan sudah 9 tahun menduduki jabatan itu. “Saya sudah panggil ibu wiwi dengan ibu ila. Dan ibu wiwi sudah 9 tahun jadi mungkin beliau mencari suasana baru, jadi pergantian itu biasa,” tutupnya.

Terpisah, Dirut PDAM Kota Ternate Abd Gani Hatari dikonfirmasi via telepon mengaku belum mengetahui pencopotan atas dirinya sebagai Dirut PDAM. Mestinya, kata dia, pejabat sementara tidak bisa memecat atau memberhentikan pejabat sebelum ada Walikota definitive. Sehingga saat ini dirinya masih berkantor seperti biasanya, karena tidak ada pemberitahuan pencopotan sama sekali.  “Bukan saya tidak terima, tapi saya belum tahu dan saya tidak pernah tahu apa-apa ini,” ungkapnya.(cim)