TIDORE – Peserta Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) di sejumlah sekolah di daratan Oba mengalami kendala dalam akses internet. Kondisi ini mendapat perhatian Dinas Telekomunikasi dan Informasi (Kominfo) dan Dinas Pendidikan Kota Tidore Kepulauan.
Kepala Diskominfo Kota Tikep, Muhammad Yusuf saat ditemui sejumlah media di ruang kerjanya, Rabu, (7/4/21) mengatakan, untuk saat ini terkait dengan jaringan internet di daratan Oba, itu sudah dilakukan pemasangan Fiber Optik dari pihak Telkom.
Pemasangan Fiber Optik ini, dimulai dari Kecamatan Oba Utara sampai di Kelurahan Payahe Kecamatan Oba. Hanya saja untuk saat ini, pihak telkom belum melakukan aktifasi Fiber Optik sehingga warga masyarakat maupun para siswa di sepanjang wilayah tersebut masih sulit mengakses internet.
“Sebelumnya kami sudah sampaikan ke pihak Telkom untuk melakukan Aktifasi Fiber Optik, namun kendalanya itu karena saat ini belum ada pelanggan. jadi kami akan membangun sinergitas dengan Diknas untuk menjadikan sekolah-sekolah sebagai pelanggan, karena persoalan ini sudah murni merupakan bisnisnya mereka. Olehnya itu, jika harus dilakukan Aktifiasi, minimal satu Desa itu harus ada 8 pelanggan,” ungkapnya.
Muhammad menambahkan, dengan adanya Fiber Optik, pihaknya juga mengalami kesulitan untuk mengusulkan program akses internet melalui Kementrian Kominfo. Pasalnya, jika wilayah-wilayah yang sudah disentuh oleh pihak Telkom melalui pemasangan Fiber Optik, maka bantuan dari pemerintah pusat terkait jaringan internet, sudah tidak bisa lagi ditempatkan di wilayah tersebut.
“Di kecamatan Oba Tengah itu hanya Desa Beringin Jaya yang belum masuk Fiber Optik, sementara di Kecamatan Oba, itu ada Desa Trans Koli dan Desa Toseho. Namun tiga desa ini sudah kami usulkan melalui Bakti, Salah satu lembaga yang berada dibawah Kementrian Kominfo untuk dineri bantuan akses internet,” ujarnya.
Olehnya itu, untuk menuntaskan masalah jaringan internet yang masuk dalam wilayah Telkom, dalam waktu dekat Diskominfo Kota Tikep akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan auidienc dengan pihak Telkom guna mengaktifkan jaringan internet yang telah dilalui Kabel Fiber Optik di sepanjang jalan Trans Halmahera (Kecamatan Oba Utara – Payahe, Kecamatan Oba)
“Dalam waktu dekat kami akan bersinergi dengan Dinas Pendidikan untuk melakukan audience dengan pihak telkom. Sehingga kita akan membangun kemitraan dengan mereka untuk mengaktifkan jaringan internet di wilayah-wilayah yang sudah dipasang Fiber Optik. Lagipula selain SD yang melaksanakan USBK, kedepan ini juga ada SMP dan SMA yang akan melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis komputer (USBK)” tuturnya.
Senada disampaikan Sekertaris Kominfo Kota Tikep, Budi Mustafa, ia mengaku bahwa untuk menjadi pelanggan Telkom, biayanya tergantung pemakaian, jika pemakaiannya dengan kapasitas internet 50 Mbps maka akan dikenakan tarif perbulan senilai Rp. 750 Ribu, sementara untuk 20 Mbps senilai Rp. 350 Ribu perbulan.
“Kalau komitmen kerjasama ini sudah jalan, maka pembiayaannya bisa langsung dari sekolah-sekolah dengan menggunakan Dana Bos. Sementara untuk Desa, bisa dibiayai melalui Dana Desa (DD),” jelasnya.
Terpisah, hal yang sama juga disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tikep, Ismail Dukomalamo, ia mengaku sudah siap bersinergi dengan Diskominfo Kota Tikep untuk melakukan pertemuan dengan pihak Telkom untuk mengaktifkan jaringan internet di sekolah-sekolah.
Meski bagitu, sebelumnya ia telah membangun komunikasi dengan pihak telkom, namun melalui Ibu Nur Salah satu pegawai Telkom bahwa saat ini pihak Telkom sedang melakukan survey untuk penempatan jaringan Indihome atau Astinet.
“Kami inikan hanya pelanggan, soal tekhnisnya itu ada di Kominfo dan Telkom. Jika sudah diaktifkan, maka kami sudah sangat siap untuk merespon. Jadi dalam waktu dekat Kami dari Diknas dengan Kominfo akan melakukan pertemuan dengan pihak Telkom untuk menindaklanjuti masalah ini,” tandasnya saat dihubungi melalui telephone. (ute)

