Lanjutkan Misi Pembangunan Bidang SDM, Pemkab Taliabu Gaet UPPBJJ

Penandatanganan MoU kuliah gratis di UPPBJJ antara Bupati Aliong Mus dan kepala UPPBJJ Ternate

Advertorial

BOBONG – Selain menggratiskan perkuliahan bagi putra-putri daerah di Fakultas Kedokteran Universitas Khairun Ternate sejak periode pertama, kini Bupati Aliong Mus kembali menggandeng salah satu universitas terbuka di Maluku Utara, yakni Unit Pelayanan Pendidikan Belajar Jarak Jauh (UPPBJJ) Ternate untuk menggratiskan kuliah bagi masyarakat Taliabu di sebelas jurusan yang dibuka Universitas Terbuka (UT).

Hal ini dibuktikan dengan adanya penandatanganan MoU antara Bupati Pulau Taliabu Aliong Mus bersama Direktur UPPBJJ di Bobong sebelum waktu sholat Jumat (07/05/2021).

Dalam agenda tersebut, Bupati Aliong Mus menegaskan, MoU yang dilakukan bersama direktur atau Kepala UPPBJJ Ternate, Drs Efendi, M.Hum adalah untuk merealisasikan misi Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)di Kabupaten Pulau Taliabu.

“Hari ini (kemarin) Alhamdulillah Pemda Taliabu dan Universitas Terbuka perwakilan Ternate telah melakukan penandatanganan atau persetujuan bersama untuk beberapa jurusan yang nanti dibuka di Taliabu untuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia,” katanya usai melakukan MoU.

Bupati dua periode Aliong Mus menegaskan, dari sebelas jurusan yang dibuka, Pemkab Taliabu akan memfasilitasi sebanyak 25 orang putra-putri asal Taliabu yang akan dibiayai dengan menggunakan APBD, sehingga jika dikalikan dengan jumlah sebelas jurusan, maka dalam tiap tahun ajarannya Pemkab dapat berkontribusi sebanyak 275 mahasiswa.

“Jadi kuliahnya online, satu jurusan kurang lebih 25 orang dan Pemda yang akan menanggung seluruh pembiayaannya sampai selesai. Kalau 25 orang perjurusan dikali 11 jurusan berarti ada 275 mahasiswa yang akan dibiayai untuk studi lanjutan S1” jelasnya.

Politisi Partai Golkar itu juga menegaskan, dalam program tersebut, Pemkab Taliabu untuk melirik siswa-siswi berprestasi, serta tenaga honorer untuk para guru yang mungkin pengabdiannya sudah cukup lama untuk diprioritaskan kuliah di perguruan tinggi tersebut, dengan harapan setiap orang yang mendapat tiket untuk lanjut ke perguruan tinggi dalam program tersebut harus serius hingga meraih gelar sarjana.

“Pendidikan merupakan salah satu visi misi saya dan pak Ramli untuk meningkatkan sumberdaya manusia, harapan kami agar yang mau kuliah gratis harus benar-benar serius, karena sekarang ini dunia pendidikan cukup mahal, apalagi ini pemda yang langsung mengalokasikan anggarannya untuk pendidikan gratis,” pintanya sembari mengajak seluruh masyarakat yang mau kuliah agar siap mendaftar.

Sementara Kepala Universitas Terbuka Unit Pelayanan Pendidikan Belajar Jarak Jauh (UPPJJ), Efendi, M.Hum mengatakan, untuk mengimplementasikan tri darma perguruan tinggi, UPPBJJ kerjasama dengan Pemkab Taliabu dalam meningkatkan SDM,  dengan mencanangkan untuk program studi yang sangat relevan di kabupaten Pulau Taliabu, lebih khususnya adalah Program Pendidikan untuk Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan Pendidikan Guru Anak Usia Dini (PAUD). Selain itu ada beberapa jurusan lainnya, seperti S1 Pertanian, S1 Perkebunan, administrasi Negara, Ilmu Pemerintahan, ilmu Hukum dan Informatika.

“Kami dari universitas terbuka senantiasa akan memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan prosedur, sesuai dengan petunjuk dari rektor universitas terbuka di pondok cabe, utamanya memperhatikan kondisi setempat jadi pemberian layanan pendidikan itu disesuaikan dengan karakter kondisi mahasiswa setempat,” katanya.

Direktur UPPBJJ,  Efendi, M.Hum yang didampingi Muhlis Hafel dan Muhbir Umasugi itu menilai, sistem belajar jarak jauh dengan sistim online yang diterapkan UPPBJJ sangat sesuai dengan kondisi masyarakat yang masih jauh dari jangkauan akademik, sebab rentan kendali untuk kuliah di dunia kampus yang cukup jauh diluar daerah.

“Jadi sangat sesuai dengan karakter mahasiswa yang ada di pulau Taliabu, dimana jarak dengan perguruan tinggi sangat terasa, sehingga dengan kehadiran UT ini akan tidak ada lagi kendala, karena UT sampai di desa-desa berdasarkan izin dari Menteri Pendidikan adalah jarak jauh. Dan kami upayakan untuk memberikan pelayanan yang maksimal, sampai mahasiswanya selesai dengan menyandang gelar sarjana berdasarkan kompetensi yang sesuai dengan jurusannya,” tegasnya. (jos/bro)