Dalami Dugaan Pemukulan, AGM Angkat Suara

IPTU. Redha Astrian (Kasat Reskrim Polres Tidore)

TIDORE – Pihak Kepolisian Resort (Polres) Kota Tidore melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) mulai mendalami kasus dugaan pemukulan terhadap salah satu oknum wartawan yang diketahui bernama Said Marsaoly. Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Tidore, IPTU Redha Astrian, saat dikonfirmasi Fajar Malut, Senin, (14/6/21) melalui telephone seluler.

Dia mengatakan laporan atas dugaan pemukulan tersebut telah diadukan pihak korban (Said) pada Minggu, (13/6/21), selanjutnya pihak Reskrim Polres Tidore mulai mendalami kasus tersebut.

“Laporannya sudah kami terima, dan akan kami dalami lebih jauh melalui penyelidikan, jadi kasus ini akan kami telusuri,” tegasnya.  Terpisah, menyikapi kasus dugaan tersebut, AGM alias Abang Ko yang diduga melakukan pemukulan terhadap Said, mengaku kejadian tersebut bukanlah aksi pemukulan yang dilakukan secara sengaja. Melainkan hal itu, sebatas candaan karena dianggap sudah saling kenal, dan tidak ada sedikitpun niat penganiayaan terhadap Said.

“Kebutulan karena saya dengan dia sudah saling kenal, sehingga saya kemudian menyapanya dengan menyentuh perutnya, bagi saya itu adalah sebuah candaan,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya.

Lebih lanjut, dia kemudian membeberkan kronologis kejadian, ia mengaku saat itu, Minggu, (13/6/21) sore, dirinya pergi menjemput istrinya dari Ternate, tepatnya di Pelabuhan Rum dengan menggunakan mobil. Ketika dirinya sedang parkir di sekitar pelabuhan, kemudian berpapasan dengan Said yang saat itu melintasi areal tersebut dengan menggunakan kendaraan roda dua (motor).

“Jadi pas saya buka pintu mobil, kemudian bertemu dengan Said, saya langsung menyapanya dengan memegang perutnya, itupun tidak ada maksud lain, karena saya pikir kita sudah saling kenal,” ujarnya.

Setelah kejadian itu, Lanjut dia, dirinya bersama Said kemudian saling berpelukan dan berjalan menuju depan mobil miliknya, sekitar 15 meter dari TKP, dan saat itu Said masih berada diatas motor miliknya. Hanya saja ketika melihat banyak orang, Said lantas mengajak Abang Ko untuk duet fisik alias baku pukul. Namun hal itu tidak diladeni, sehingga dirinya kembali menarik tangannya dari atas motor dan menuju ke belakang mobil, sambil mengusap-usap punggung dan bahu.

“Setelah kejadian itu, saya juga mengantarnya untuk menaiki motornya yang dihentikan tepat di depan mobil saya, jadi saya juga merasa heran ketika beritanya bahwa saya memukul dia, bahkan sudah ada rencana terkait pemukulan itu, padahal saat itu saya pergi menjemput istri saya dan kebutuhan bertemu dengan dia,” jelasnya sembari memperlihatkan video berdurasi 5 menit atas kejadian tersebut kepada wartawan Fajar Malut.

AGM alias Abang Ko juga mengaku heran dengan pemberitaan yang mengaitkan dengan kasus miras yang dialami oleh Abdul Jalal Maradjabessy alias Gion, padahal saat itu ia tidak membicarakan masalah tersebut. Melainkan sebatas bercanda dengan Said yang ia anggap sudah saling kenal.

“Kalau saat itu saya pukul dan dia merasa sesak napas, tentu dia sudah akan jatuh, tapi ini tidak, dan saya dengan dia malah baik-baik saja, bahkan sebelum berpisah kami berdua saling ‘cas’ dengan menggunakan tangan,” terangnya. (ute)