30 Unit Rumah GGD Morotai Mubazir

Rumah dinas guru garis depan

DARUBA – Sebanyak 30 unit rumah Dinas Guru Garis Depan (GGD) yang sudah selesai dibangun sejak 2019 silam di Desa Loleo Jaya Kecamatan Morotai Jaya dinilai mubazir.

Pasalnya, hingga kini rumah yang dibangun bernilai miliaran rupiah itu belum juga memiliki penghuni. Karena tidak pernah mendapat perawatan dari instansi terkait, kondisi bangunannya kini terlihat seperti rumah kumuh di tengah hutan karena sudah ditutupi rumput lebat. Melihat kondisi bangunan yang memprihatinkan, sejumlah warga pun menganggap proyek rumah dinas guru tersebut hanya sebagai pemborosan anggaran.

“Rumah dinas yang terletak di Morotai Jaya Desa loleo hanya menjadi hiasan tepi jalan. Pemerintah pintar membangun tetapi tidak pintar menjaganya. Pembangunan ini sudah berkisar hampir 2 tahun tanpa penghuni, yang ada hanya rumput yang membungkus gedung semacam rumah kebun. Sampai saat ini juga Pemerintah Daerah tidak memperhatikannya. Ini pemborosan anggaran stop infastruktur fisik,” kesal Ozhy Sibua salah satu warga Morotai.

Terpisah, Sekertaris Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) Morotai, Saiful Arifin ketika dikonfirmasi awak media, Jumat (18/6/2021), juga membenarkan jika rumah dinas yang diperuntukan bagi guru tersebut tidak terawat dengan baik karena sudah lama dibiarkan.

Namun, katanya, akan segera dibersihkan.  “Iya itu dari Kementerian PUPR, yang menangani dari Perkim. Sebanyak 30 unit rumah, dibangun sejak 2019 lalu. Itu rumah guru bukan untuk masyarakat. Hanya saja, kita belum membersihkan karena belum serah terima. Sudah ada sebagian tinggal disitu. Tahun ini, rencana serah terima dari bupati ke guru. Sudah kasih tinggal lama jadi seperti itu. belum sempat dibersihkan rencana dalam waktu dekat mau dibersihkan,” singkatnya. (fay)