Akademisi Minta Pemerintah Bangun Industri Rempah

Muchtar Adam

TERNATE – Kedatangan beberapa Menteri Kabinet Indonesia Kerja jilid dua dan sejumlah Dirjen, disambut baik Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut). Dalam momen kedatangan rombongan Menteri tersebut, Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Muchtar Adam meminta agar Pemerintah Pusat dapat membangun industri rempah di Malut.

Muchtar mengaku, ada banyak kecurigaan muncul dalam kunjungan rombongan para Menteri kali ini, karena lebih bernuansa kunjungan tambang, dibanding kunjungan Pembangunan Kawasan.

“Bagi saya apapun tujuannya kita perlu syukuri, mereka mau datang mengunjungi Provinsi yang telah memberi kontribusi pertumbuhan ekonomi tertinggi di Indonesia di tengah bangsa mengalami resesi,” ucapnya. Kata dia, ditengah balutan ekonomi yang tumbuh 13.45 persen Q-1, jumlah penduduk miskin bertambah 1,5 ribu orang. Akibatnya, kelesuan ekonomi begitu terasa walaupun ada sebagian petani diuntungkan dengan membaiknya harga kopra.

“Namun cengkeh dan pala masih tetap stagnan, ikan menjadi sumber kemiskinan di provinsi yang dikelilingi laut, kebutuhan pangan bergantung ke provinsi lain, angkatan kerja masih didominasi lulusan SMP, Kompetensi angkatan kerja rendah, kebutuhan industri tidak terpenuhi migrasi angkatan kerja tinggi, tenaga kerja lokal mengisi kebutuhan Buruh Industri,” ucapnya.

Maluku Utara (Malut) kata Muchtar adalah Provinsi yang didominasi rempah, tetapi hanya mampu memproduksi bahan baku. Industri yang tumbuh adalah pertambangan, akibatnya tenaga kerja bergeser dari tenaga rempah beralih ke kuli tambang yang ciri dan pola kerjanya sangat berbeda.

“Lalu apa solusinya? Bangun industri rempah, agar tenaga kerja rempah hidup di industri rempah, Malut tak perlu kirim kopra, cengkeh, pala, ikan keluar daerah yang murah dan membeli produk jadi yang mahal, hidupkan kembali negeri rempah dengan industrinya,” kata Muchtar.

Dia meminta Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Panjaitan yang mengkoordinir rombongan Menteri tersebut agar membangun investasi rempah. “Ajak kolaborasi para industri tambang saling patungan bangun industri rempah, dari CSR yang diinvestasikan menjadi produktif, agar mendukung tumbuh kota Sofifi yang sepi, dan layu dari lalu lalang aktivitas ekonomi yang terhenti,” pintanya.

Dikatakan, dari tiga kawasan industri pertambangan yang dibangun Negara sebagai kawasan strategi nasional. Muktar berharap ada satu kawasan industri rempah yang dibangun. (nas)