TERNATE – Capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah kota Ternate sampai akhir semester satu (enam bulan pertama) ini masih jongkok, dari sejumlah target yang ditetapkan berdasarkan dengan jumlah potensi pendapatan, namun hasilnya belum maksimal dicapai. Padahal sudah memasuki pertengahan tahun.
Plt Kepala BP2RD Kota Ternate Jufri Ali mengatakan, capaian pendapatan asli daerah (PAD) sampai bulan Juni ini baru 36.39 persen atau Rp 41.271.843.049.6 dari total yang ditargetkan pada tahun 2021 sebesar Rp 113.412.531.191. Dari jumlah tersebut, untuk sektor pajak baru tercapai 47.15 persen atau sebesar Rp 27.061.436.635 dari target Rp 57.400.000.000, sementara retribusi daerah baru tercapai 31.24 persen atau sebesar Rp 9.825.948.567 dari target Rp 31.452.531.191.
Sedangkan hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan tercapai p 4.5 miliar, dan untuk lain-lain pendapatan yang sah tercapai 9,46 persen atau Rp 1.897.182.255,78 dari target Rp 20.060.000.000. “ Ini capaiannya sampai bulan Juni, namun capaian ini bukan karena kendala sistem, sebab ini membutuhkan komitmen dan konsisten saja,” terangnya.
Menurutnya, ada sebagian retribusi juga belum dilunasi oleh objek retribusi/pajak hal ini bisa disebabkan karena covid19. “ Ini karena banyak belum melunasi tunggakan, kita berikan waktu ke mereka sampai 31 Desember harus lunas, kalau tidak kita berikan sanksi bisa jadi di segel atau kita tutup,” tegasnya.(cim)

