DARUBA – Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Pulau Morotai melakukan pemberhentian sejumlah karateker Kepala Desa (Kades) lantaran kinerjanya dianggap tidak maksimal.
Ini dilakukan usai monitoring yang dilakukan Kepala DPMD Pulau Morotai, Marwan Sidasi. Marwan saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (13/7/2021), mengatakan dalam kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pemerintahan di desa yang dilakukan selama sebulan lebih, banyak ditemukan keluhan masyarakat soal kinerja karateker Kades. Hal ini memaksa dirinya melakukan evaluasi terhadap kinerja sejumlah karateker Kades. Alhasil, ada sebanyak 4 karateker kades yang diberhentikan.
“Kurang lebih dua minggu lalu, kami sudah melakukan pergantian pejabat (karateker) yang memang kinerjanya masih dibawah dan tidak serius dalam melaksanakan pemerintahan di tingkat desa. Diantaranya Desa Dehegila Kecamatan Morotai Selatan, Desa Tawakali Kecamatan Morotai Utara, Desa Usbar Pantai dan Desa Wayabula Kecamatan Morotai Selatan Barat. Itu kami ganti setelah monitoring memang pelaksanaan kegiatan dilapangan soal pemerintahan itu agak lambat,” katanya.
Monitoring, lanjutnya, masih akan terus dilakukan dalam Minggu ini. Sasarannya adalah Morotai Timur, Utara dan Jaya. Dan tidak menutup kemungkinan masih ada karateker Kades lainnya yang akan diberhentikan jika kinerjanya dianggap buruk.
“Alasan pergantian itu karena selama dia menjabat misalnya desa kotor, desa kurang terurus dan lampu jalan kurang diperhatikan, padahal itu program pemerintah. Mereka diganti ini rata-rata di atas enam bulan. Jelas PMD sudah monitoring di Morotai Selatan, Selatan Barat dan Pulau Rao. Dan mulai Rabu ini kita monitor di Morotai Timur dan Morotai Utara dan Morotai Jaya,” tuntas Marwan. (fay)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

