SOFIFI – Sebanyak 1.654 guru honorer SMA sederajat masih menunggu Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) menyalurkan upah yang tertunggak selama lima bulan pada tahun 2019. Dari jumlah itu, anggaran yang harus dikeluarkan sebesar Rp. 8.270.000.000 dengan upah per bulan yang diterima masing-masing guru Rp. 1 juta.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Provinsi Malut selaku dinas teknis diminta segera memproses upah guru honorer ke Badan Pengelola Keuangan Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD). “Saya minta ini segera diproses, Dinas Pendidikan harus pro aktif dalam mengurus hak-hak guru, terutama soal kesejahteraan,” tegas Ketua DPRD Provinsi Malut Kuntu Daud kepada Fajar Malut di Kantor DPRD Sofifi, Selasa 25/2).
Menurutnya, guru merupakan pahlawan
yang mencerdaskan generasi muda, khususnya generasi Malut. Dengan upah yang
masih jauh dibawah angka kelayakan ini harusnya mereka diberikan gaji setiap
bulan tanpa tersendat-sendat.
Politisi PDI Perjuangan ini mengaku sudah meminta secara langsung kepada
Sekretaris Daerah Samsuddin A Kadir agar secepatnya memproses upah guru
honorer. “Sudah saya sampaikan, semoga Pemprov segera proses ini, kasiang ini
guru-guru kita harus menunggu lama untuk terima upah,” ungkapnya.
Terkait hal itu, Sekprov Samsuddin menjelaskan, saat ini transaksi keuangan di
Pemprov Malut sudah menerapkan sistem non tunai. Dengan begitu, seluruh
transaksi apalagi penyaluran upah harus via transfer langsung ke rekening
penerima.
“Jadi guru-guru buka rekening, lalu nomor rekening itu masukkan ke Dinas Pendidikan, nanti bendahara transfer langsung ke rekening itu,” ucap Sekprov saat dikonfirmasi di kantor DPRD. Saat ini yang menjadi problem adalah belum semua nomor rekening guru honorer ini masuk ke Dikbud Malut. Samsuddin mengaku mendapat masukan dari guru honorer agar tunggakan 2019 diserahkan secara tunai, akan tetapi sesuai peraturan ini tidak bisa dilakukan. “Jadi uangnya sudah ada, tinggal guru honorer buka rekening dan diproses oleh dinas pendidikan,” tandasnya.
Sementara, Plt Kepala Dikbud Malut Jafar Hamisi hingga saat ini belum merespon panggilan telepon maupun pesan singkat dari wartawan Fajar Malut. Hingga berita ini publis data jumlah guru honorer yang sudah mengajukan nomor rekening belum diketahui. (yud)


Berikan Komentar pada "Upah Guru Honorer 5 Bulan Belum Terbayar"