Turunkan Tim Pastikan Penyebab Fenomena di Makian

“Memang banyak kasus ikan mati itu apakah dari aktivitas vulkanik, atau orang buang limbah atau di bom,”

LABUHA – Warga Kecamatan Pulau Makian, Kabupaten Halmahera Selatan tak perlu cemas dan panik atas kejadian puluhan ekor ikan mati secara misterius yang terdampar di pantai dan warna air laut berubah, pada Senin (24/2). Apalagi, menghubungkan kejadian itu dengan aktivitas gunung berapi Kie Besi yang bersatus aktif.

Kendati hingga kini belum diketahui penyebab sebuah fenomena alam langkah yang belum pernah warga saksikan, pemerintah menjamin akan mencari tahu penyebab kejadian tersebut.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas  Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPKPLH) diturunkan ke lokasi untuk meninjau dan mencari tahu penyebab terjadinya fenomena tersebut.

“Bupati telah memerintahkan kepada BPBD dan Dinas Perkim untuk  mengambil langkah tanggap dengan segera turun ke lokasi terjadinya fenomena tepatnya di pulau makian,” kata Kepala Bagian Protokoler dan Komunikasi Pimpinan, Mujiburrahman, Selasa (25/2) kemarin.

Tim BPBD Halsel dan Perkim akan berangkat malam ini, Selasa (25/2) menuju  Ternate untuk kemudian menyebrang ke Pulau Makian. Sementara tim BPBD  akan turun menyusuri Desa Ploily dan Mantentengen untuk melihat aspek potensi bencana dari fenomena tersebut. “Kita turun ke lokasi untuk melihat langsung potensi bencana dari fenomena alam itu,” kata Kepala BPBD, Daud Djubaedi ketika dihubungi, kemarin.

Untuk meminimalisir penyebaran informasi yang meresahkan warga lantaran mengaitkan kejadian itu dengan gunung berapi Kie Besi Makian yang statusnya masih aktif, kata Daud, pihaknya berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kota Ternate.

“Kami juga telah berkoordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kota Ternate terkait hubungan fenomena tersebut dengan aktivitas gunung berapi,” ujarnya.

Sementara itu, Pos Pemantau Moti, Budi Santoso menjelaskan, aktivitas gunung Makian normal kejadian di Pulau Makian tidak ada kaitan dengan aktivitas gunung di sana, walau terdapat air panas di Desa Ploly. Karena itu, warga tidak perlu panik. “Kalau dari pemantauan kita untuk kegempaannya masih normal,” terang Budi, ketika dikonfirmasi kemarin.

Meski begitu, Budi belum memastikan karena baru diberikan informasi kejadian itu kemarin. Pihaknya akan mencari tahu informasi yang ada tersebut apakah ikannya mati karena aktivitas vulkanik, tercemar limbah atau di bom. “Memang banyak kasus ikan mati itu apakah dari aktivitas vulkanik, atau orang buang limbah atau di bom,” ucapnya.

Puluhan ekor ikan mati secara misterius yang terdampar di pantai, bahkan air laut pun berubah warna coklat. Ini terjadi hampir seluruh desa di Kecamatan Pulau Makian pada pagi hingga malam. Fenomena  aneh ini membuat warga enggan mandi air laut. (nan/cim)

Berikan Komentar pada "Turunkan Tim Pastikan Penyebab Fenomena di Makian"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*