Ruslan : Tidak Ada Anggota Polres Pukul Massa Aksi

KBO Intelkam Polres Kepsul, AIPDA Ruslan Umafagur

SANANA – Ternyata demonstrasi yang dilakukan oleh Solidaritas Gerakan Masyarakat Wailoba (SGMW) pada Senin (19/07/2021) tidak ada pemukulan dari oknum anggota Polres Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Sebelumnya, SGMW ketika memasukkan surat izin aksi di Polres Kepsul pada tanggal 17 Juli, di dalam surat itu pelaksanaan aksinya sejak Senin 19 Juli. Ketika surat itu dimasukkan, ada salah satu anggota Polres yang melakukan koordinasi dengan mereka.

Maksud dari koordinasi itu agar agenda turun jalannya itu ditunda di lain hari. Karena waktu aksi yang diajukan itu bertepatan dengan satu hari menjelang lebaran Idul Adha. Pihak Kepolisian bukan saja hanya satu kali melakukan negosiasi, tetapi sekitar tiga kali.

Bahkan pada pagi menjelang turun ke jalan, masih ada negosiasi lagi dari polisi. Ada beberapa tawaran yang diminta pihak polisi kepada massa aksi. Antara lain agar aksi ditunda dulu di hari lain, kemudian apabila tetap mau lakukan aksi, maka sebaiknya langsung ketemu dengan pihak yang menjadi sasaran aksi tersebut. Karena di dalam tuntutan itu massa aksi ingin ketemu dengan pihak Polres Kepsul untuk menanyakan dokumen dari CV. Azzahra Karya.

Tetapi, dalam negosiasi dan koordinasi itu tidak membuahkan hasil. Mereka tetap turun ke jalan. Di surat pemberitahuan aksi, lokasi sasaran aksi depan Polres Kepsul namun massa aksi tidak ke Polres melainkan berorasi di depan pasar Basanohi Sanana.

Diduga Oknum Anggota Polres Pukul Massa Aksi

Personil Polres langsung menuju ke pasar Basanohi guna berkoordinasi mengarahkan massa aksi menuju Polres. Sesampai di sana, salah satu anggota Polres kembali melakukan negosiasi secara baik-baik. Namun hasilnya tidak diindahkan dan tetap bersikeras melanjutkan orasinya, mempertimbangkan padatnya kegiatan aktivitas masyarakat di lokasi pasar yang dapat mengganggu arus lalu lintas maupun aktivitas jual beli di lokasi kegiatan, maka personil Polres mengarahkan untuk menuju ke lokasi sasaran aksi sesuai surat pemberitahuan yang disampaikan sebelumnya.

Dengan pertimbangan mengedepankan  kepentingan umum pihak Polres mengambil langkah agar massa naik ke kendaraan yang telah disediakan menuju Mako Polres dalam rangka mediasi, namun massa tetap bersikeras. Dan sempat terjadi saling dorong antar massa dan pihak keamanan.

Setelah itu, massa aksi memilih untuk berjalan kaki menuju Polres. Sesampai di lokasi, massa aksi kemudian diminta masuk ke ruang Sat Intelkam, di dalam ruang tersebut sudah ada Kasat Reskrim yang telah siap untuk mengadakan tanya jawab atau melakukan hearing dengan massa aksi terkait dengan tuntutan yang akan disampaikan dan ditanggapi.

“Jadi benar tidak ada pemukulan yang dilakukan oleh anggota pengamanan aksi kepada massa aksi. yang terjadi hanyalah dorong-mendorong,” kata KBO Intelkam Polres Kepsul, AIPDA Ruslan Umafagur kepada wartawan dengan tujuan klarifikasi pemberitaan sebelumnya dengan judul “Diduga Oknum Anggota Polres Pukul Massa Aksi”, Rabu (21/07/2021).

Alan sapaan akrabnya mengatakan, sejak mereka memasukkan surat pemberitahuan aksi pada 17 Juli kemarin, pihaknya sudah mencoba berkoordinasi beberapa kali. “Hanya saja mereka tetap turun ke jalan padahal kami hanya meminta penundaan karena pertimbangan H-1 lebaran, tentu aktivitas secara umum mengalami peningkatan baik jual beli maupun volume kendaraan. Intinya bukan membatalkan,” ujarnya.

Jadi, dia menambahkan, langkah untuk mengarahkan ke Polres itu bukan bermaksud melakukan penangkapan atau upaya paksa lainnya. Tetapi mau ketemu dengan pihak Polres yang lebih berkompeten memberikan penjelasan dalam hal ini Kasat Reskrim Polres Kepsul.

“Kami sempat meminta semua massa aksi masuk ke dalam ruangan, tetapi yang mau masuk hanya 3 orang. Di dalam ruangan tidak ada intimidasi, tidak ada kekerasan. Justru kita menyuruh mereka mengambil video dari awal pertemuan hingga selesai,” ungkap Ruslan.Jika memang ada yang merasa dirugikan atas tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian, lanjut Ruslan, silahkan buat laporan ke Propam jika memang ada anggota Polisi yang main hakim sendiri. Tetapi yang jelas kita tidak melakukan pemukulan. Karena memang saya juga ikut mengawal aksi itu,” bebernya.(nai)