WEDA – Proyek pekerjaan dermaga feri yang saat ini dikerjakan di Desa Nurweda, Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, progres pekerjaan sudah mencapai 30 persen.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Halteng, Ahmadiarsyah. Menurutnya, proyek yang dikerjakan PT Pasifik Indo Permai itu, anggarannya bersumber dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) APBN tahun 2020. “ Pagu anggaran awal sebesar Rp 74,2 miliar, namun penawarannya finish pada Rp 62 miliar,” ucap kadis.
Dia mengaku, proyek tersebut direncanakan selesai pada Agustus tahun 2022. Saat ini pekerjaan sudah sampai pada tahap pemasangan tiang pancang. Namun proses itu belum jalan, karena masih menunggu bahan pekerjaannya tiba dari Surabaya. “ Pekerjaan terhenti sementara karena menunggu kedatangan tiang pancang yang didatangkan dari Surabaya,” akunya.
Menurutnya, seluruh proses administrasi pelabuhan feri telah selesai, salah satunya adalah sertifikat tanah yang telah diserahkan oleh Bupati Halteng, dukungan masterplan fs, amdal dan dokumen did sudah dipenuhi.
Senada, Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat Wilayah XXIV Maluku Utara, Lilik yang dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengaku, proyek dermaga feri Weda ini melalui dana SBSN Multiyears. “ Jadi ini kerja terus sampai akhir tahun 2022 dan diperkirakan tahun 2023 awal sudah bisa dioperasikan,” katanya. (udy)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

