BOBONG – Dua desa di Kabupaten Pulau Taliabu hingga saat ini masih mengalami krisis air bersih sekitar setahun lebih adalahDesa Limbo dan Lohokbuba, Kecamatan Taliabu Barat.
Penyebabnya, terjadi kerusakan pipa bawah laut. Padahal, pipa bawah laut yang dikerjakan Balai Cipta Karya Provinsi Malut itu baru dikerjakan pada tahun 2019. Pada tahun 2020, pipa yang ditenggelamkan ke dasar laut itu telah timbul ke permukaan laut.
Akibatnya, warga dua desa terpaksa menyebrangi Pulau Limbo dengan perahu seperti sebelum adanya proyek air bersih di desa mereka.
Bupati Aliong Mus mengatakan, kerusakan pipa sangat menyengsarakan warga karena kebutuhan air bersih di dua desa itu selama ini didapat tidak mudah. Sebab, warga harus menyebrangi pulau untuk mengambil air di Desa Beringin Jaya dengan menggunakan ketinting atau longboat.
Aliong pun geram dan meminta BPK RI perwakilan Provinsi Maluku Utara mengaudit proyek pekerjaan pemasangan pipa yang menelan anggaran Rp 16 miliar itu. meski begitu, pihak balai sudah bersedia memperbaiki.
“Alhamdulillah sudah ada tanggapan dari Balai. Dan mereka sudah datang ke sini (Taliabu), dan sampaikan dalam waktu dekat diperbaiki,” ungkap Aliong usai menghadiri Paripurna Pembahasan APBD perubahan di depan kantor DPRD Taliabu, Senin (02/08/2021).
Bupati dua periode itu berharap, warga Desa Limbo Lohokbuba segera dapat menikmati air bersih dengan mudah. Direktur Teknis PDAM Bobong Kabupaten Pulau Taliabu, Kisman Djanu menambahkan, setelah meninjau ke lokasi bersama pihak balai memastikan pekerjaan pipa yang dihubungkan kedua desa tersebut akan dilaksanakan Agustus ini. “Mereka pastikan Agustus ini sudah mulai dikerjakan, sementara disiapkan alat untuk penahan pipa di dalam laut,” bebernya Selasa, (03/08/2021) kemarin. (bro)

