TERNATE – Untuk memastikan ketersediaan stok dan harga masker di apotek dan distributor, maka pada Rabu (4/3) dilakukan peninjauan ke sejumlah apotek dan distributor. Tinjauan ini dipimpin Wakil Wali Kota Ternate Abdullah Tahir dan Dinas Kesehatan Kota Ternate.
Saat tinjauan ini ditemukan, ada lonjakan harga masker di distributor yang ada di Mangga Dua, yakni markons jaya media. Di distributor ini, masker dijual per buah Rp5.000 sementara di apotek lain dengan harga Rp2.000. Selain itu, ditemukan ketersediaan stok juga mulai menipis bahkan ada yang kosong, apotek yang ditinjau masing-masing apotek setia farma, kimia farma dan apotek mangga dua serta distributor obat dan alat kesehatan di kelurahan Mangga Dua.
Wakil Wali Kota Ternate Abdullah Tahir mengatakan, pihaknya melakukan pemantauan secara langsung terhadap tempat penjualan masker, dimulai dari apotek setia farma sampai ke distributor obat-obatan dan peralatan kesehatan di kelurahan Mangga Dua, tujuannya untuk memantau ketersediaan stok. “Kalau di apotek setia farma itu mereka layani satu orang dua masker dengan harga eceran 2.000,” katanya.
Dia mengaku mendapat laporan kalau terjadi lonjakan harga, sehingga turun untuk pantau langsung sekaligus menghimbau kepada pihak apotek kalau ada yang beli dengan jumlah banyak jangan dilayani, ini untuk mengantisipasi penimbunan dan kemudian dijual ke warga dengan harga tinggi.” Kalau disini (distributor) di jual per pak seharga 25.000, kalau di atas 2.000 di sini jadi 5.000 per buah, ini karena dari yang disampaikan, harga yang di dapat dari luar juga terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan,” ungkapnya.
Pemkot, kata dia, sudah memberikan penekanan ke penjual baik itu apotek dan lainnya, untuk tidak menaikkan harga, karena bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu. “Kalau di apotek setia farma kita dapat harga 2.000, sementara disini (distributor) harga 5.000 dan orang yang membeli juga dibatasi,” tandasnya.
Menurut Abdullah, pihaknya sudah menekankan agar penjualan masker harus sesuai dengan harga standar. “Kalau ada upaya spekulasi seperti ini, kita bukan hanya menekan harga, tapi ijinnya kita cabut kalau sampai ada indikasi seperti itu,” tegasnya.
Sementara ketersediaan masker di beberapa apotek kimia farma yang kosong kata dia, itu akibat dari ada yang beli dengan jumlah banyak. Bahkan untuk mengatasi penyebaran virus corona juga Pemkot secara resmi telah mengeluarkan surat himbauan resmi ke apotek. “Kalau ada yang main, maka kita tindak tegas,” tutupnya.
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Nurbaity Radjabessy mengatakan, setelah pihaknya mengecek langsung di gudang ketersediaan stok masker tersisa 30.000 buah, bahkan pihaknya sudah memesan ke pusat, namun stok di sana juga kosong. “Kalau keadaan emergency kita layani tidak bisa semua, namun penyebaran virus yang sudah ditemukan di luar maka kita disini juga harus waspada,” jelasnya.
Menurut Nurbaity, menjaga kebersihan dan kesehatan juga sangat penting, apalagi di saat berkerumunan, sebab virus corona itu mirip dengan influenza tapi bedanya virus ini menyerang langsung ke paru-paru. “Kalau sebelum virus corona kebutuhan masker per hari tidak ada, tergantung kejadian,” katanya.
Dia menyebutkan, kalau masker yang ada saat ini bukan untuk masker virus corona, dan itu hanya dipakai oleh petugas yang bekerja di rumah sakit rujukan seperti RSUD Chasan Boesoeri yang di distribusi oleh Kemenkes. “Tapi untuk mencegah kita bisa pakai masker,” tegas dia.
Sementara Ketua DPRD Kota Ternate, Muhajirin Bailusy meminta Pemerintah kota ternate harus segera mengambil tindakan. Apalagi ini sudah masuk kategori darurat. Muhajrin mengatakan, mestinya masker yang digunakan untuk kepentingan memfilter segala hal yang berkaitan dengan kemungkinan bisa menggerogoti kondisi kesehatan masyarakat dikendalikan di satu pintu.
“Paling tidak, itu ada di Dinas kesehatan dan tidak bisa terlalu terbuka diperjual belikan. Jika ada aktivitas ekonomi atau jual beli, maka kendalinya ada di Dinas Kesehatan melalui Apotek. Jadi apotek itu yang akan memastikan masker yang asli dan tidak,” katanya
DPRD kota Ternate meminta kepada Dinas Kesehatan kota Ternate agar segera bertindak, sebab saat ini masyarakat sangat panik merespon isu virus Corona yang berkembang. Sehingga harus dikenalikan sejak dini. “Kita berharap Dinkes harus menjadi aikon, pengendali atau seluruh pendistribusian masker untuk kepentingan penggunaan warga di Ternate,”ujarnya
Menurutnya, DPRD sejak awal sudah berkoordinasi dengan Dinkes saat wabah korona mengancam penduduk Wuhan di China. “Kemarin saya juga sudah meminta ke Dinkes untuk lebih giat lagi melakukan koordinasi dalam rangka penanganan dan pengendalian beredarnya virus corona,” katanya
Terkait meningkatnya harga masker dan stok yang terbatas, menurutnya diakibatkan oleh kurangnya koordinasi serta pengendalian dari pusat sehingga tidak terkendali dengan baik. Hal itu berdampak juga pada beberapa daerah termasuk kabupaten kota yang tidak mendapatkan bagiannya.”Ini kan juga bisa dikategorikan darurat, jadi segera koordinasikan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Sekda, Wali Kota untuk bisa memanfaatkan dana darurat untuk bisa menyediakan masker untuk kepentingan masyarakat yang ada di Ternate,” katanya. (cim/nas)


Berikan Komentar pada "Stok Masker Menipis, Harga Melambung"