22 TKA Asal Vietnam Tiba, Warga Cemas

LABUHA – Sebanyak 22 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Vietnam yang di jadwalkan tiba di Bandara Oesman Sadik, Labuha Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) dengan menggunakan pesawat Wings Air  Rabu (4/3) membuat warga sekitar Bacan merasa khawatir dengan penyebaran virus Corona atau covid-19.

Hajizah salah satu warga Labuha kepada Fajar Malut mengatakan, pemerintah Indonesia sudah menutup pintu bagi TKA, namun kenapa juga masih ada yang masuk di Kabupaten Halsel.

“Seharusnya Pemda Kabupaten Halsel tegas untuk menutup pintu masuk TKA untuk mencegah penyebaran virus corona,” pinta Hajizah Rabu (4/3) kemarin. Hajizah menuturkan, virus Corona ini, bukan hanya gempar di China melainkan juga di Indonesia beberapa hari ini, sehingga Pemda Kabupaten Halsel sudah extra hati-hati untuk menerima TKA tersebut.

“Kami nonton di TV ini sudah mulai ramai dibicarakan virus Corona sehinga kami juga takut,” tutur Marwan warga lainnya yang ikut berkomentar, apalagi di halsel banyak perusahan tambang yang pekerjaan TKA.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Halsel Fachri Nahar dikonfirmasi mengatakan, WNA asal Vietnam yang  tiba di Halsel merupakan karyawan perusahaan PT. Harita Nickel Obi. “Meraka ini asal negara Vietnam bukan dari China,” ujar Fachri. Fachri menuturkan 22 WNA ini sudah dilakukan karantina di Kota Manado Provinsi Sulawasi Utara, namun SOP tetap dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Mereka sudah melalui karantina di Manado 14 hari dan sore ini rencana tiba di Bacan,” imbuhnya.

Sementara itu dikutip dari tribun Manado, Otoritas Kesehatan Vietnam mengumumkan kabar baik pekan lalu. 16 orang atau seluruh pasien penderita virus corona dilaporkan sembuh total, termasuk pasien tertua yang berusia 73 tahun. Dilansir dari Aljazeera, Rabu (4/3/2020), bahkan sejak 13 Februari tidak ada laporan mengenai pasien baru. “Jika pertempuran covid-19 adalah perang, maka kami telah memenangkan pertempuran putaran pertama. Namun kami tetap waspada dengan situasi yang tidak terduga,” ujar Wakil Perdana Menteri Vu Duc Dam dalam konferensi persnya. Pakar organisasi kesehatan dunia atau WHO mengatakan, pemerintah Vietnam sangat merespon cepat dan aktif atas keadaan darurat dan kritis di tahap awal penyebaran di wilayahnya. Pasien terakhir yang dinyatakan sembuh adalah pria berusia 50 tahun yang sebelumnya tertular dari putrinya yang berusia 23 tahun. NVV keluar rumah sakit pada (26/2/2020). Indonesia tentu perlu belajar menangani virus corona dari Vietnam yang sukses. 

Pemerintah yang Proaktif dan Konsisten

Perwakilan WHO di Vietnam Dr. Kidong Park mengatakan, keberhasilan penyembuhan semua pasien tak lepas dari pemerintah yang proaktif dan konsisten sejak tahapan awal. Kasus pertama terjadi pada 23 Januari lalu, saat dua orang warga China yang sedang berlibur Imlek di Kota Ho Chi Minh dinyatakan positif corona. “Pemerintah Vietnam telah mengaktifkan sistem respons saat tahapan awal wabah. Pemerintah mengintensifkan pengawasan, meningkatkan pengujian laboratorium, memastikan pencegahan dan pengendalian infeksi, manajemen kasus yang baik di fasilitas kesehatan, menyampaikan pesan komunikasi ke publik dengan sangat jelas, serta kolaborasi lintas sektor yang erat,” ujar Park kepada Al Jazeera.

Wakil Menteri Kesehatan Nguyan Thanh Long saat konferensi pers pada 10 Februari lalu mengatakan, perawatan pada pasien mengandalkan prinsip-prinsip dasar kesehatan dan mengikuti instruksi ketat dari protokol kesehatan. Pertama, dokter diharuskan mengobati segera gejala seperti demam pada pasien. Kedua, pasien menjalani diet ketat dan makan-makanan bergizi. Ketiga, memonitor asupan oksigen di dalam darah pasien. Selain melalui sisi medis, pemerintah Vietnam juga mencegah penyebaran virus meluas dengan menerapkan aturan liburan sekolah yang panjang di 63 kota, dimulai pada awal Februari lalu hingga 2 Maret 2020. Wakil Menteri Pendidikan Nguyen Huu Do mengatakan, keselamatan para siswa jauh lebih penting.

Meski libur sekolah, para siswa dipantau oleh guru dan terus diingatkan pola hidup bersih yakni mencuci tangan dan mengukur suhu tubuh. Pemerintah Vietnam lebih jauh juga memberlakukan larangan ekspor satwa liar sejak 28 Januari 2020.

Menteri Nguyen Xua Phuc mengatakan, langkah itu sebagai pencegahan penyebaran virus bernama resmi Covid-19. Satwa liar yang dilarang juga meliputi hewan yang berhubungan dengan penyakit mematikan lain seperti SARS dan MERS. Pasar hewan, peternakan, dan restoran diawasi ketat untuk meminimalisir perdagangan hewan liar dikomsumsi. Meski berhasil menyelamatkan 16 pasien, Vietnam masih harus meningkatkan kewaspadaan atas penyebaran virus corona, apalagi kini wabah menyebar ke lebih dari 75 negara. Jumat pekan lalu, Vietnam mengumumkan penghentian visa sementara ke negara Korea Selatan dan mengkarantina pelancong asal Italia dan Iran selama 14 hari. Pakar WHO mengatakan, keganasan wabah masih akan terus terjadi hari ke hari dan apa yang terjadi di Vietnam masih belum selesai “Kami WHO telah berada di titik kritis wabah di banyak Negara termasuk Vietnam. Vietnam harus memanfaatkan waktu ini untuk mempersiapkan kemungkinan penularan lebih luas,” ungkap Park. (nan/tm)

Berikan Komentar pada "22 TKA Asal Vietnam Tiba, Warga Cemas"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*