Air Bersih Orimakurunga Butuh Anggaran Rp 1,9 Miliar

PDAM Halmahera Selatan

LABUHA – Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmahera Selatan terus meningkatkan pelayanan di sektor air bersih. Desa Orimakurunga, Kecamatan Kayoa Selatan menjadi prioritas dengan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Untuk membangun air bersih di tempat kelahiran Bupati Usman Sidik itu dibutuhkan anggaran sebesar Rp 1,9 miliar. Pasalnya, pasokan air bersih di desa itu terlambat kendala utamanya masalah listrik.

“Kendala utama hingga saat ini air bersih dari PAM belum masuk ke desa Orimakurunga karena listrik. Kita akan diatasi pada perubahan anggaran 2021 nanti,” kata Kepala dinas PU PR Halsel Ali Dano Hasan, pekan lalu.

Ia mengatakan, kendala itu setelah pada Juli lalu dirinya bersama Direktur PDAM telah melakukan kunjungan ke PDAM  di Kayoa (Guruapin).  Untuk mengalirkan air bersih ke Desa Orimakurunga membutuhkan listrik 100 KV yang dipasang di dua titik, yakni satu titik 3×22 KW dan titik ke 2 itu 32 KW jadi pompa air itu membutuhkan 60 KW dan 35 KW.

“Ada dua gardu yang disiapkan nanti untuk aliran listrik. Untuk pengaliran air ke Desa Orimakurunga terkendala dengan pompa saja. Dan membangun gardu dan sebagainya membutuhkan anggaran senilai Rp 1,8 hingga 1,9 miliar dan sudah disampaikan ke Bupati dan ini rencana diusulkan di APBD perubahan 2021,” ujar Ali.

Sementara itu, Direktur PDAM Soleman Bobote mengatakan, untuk air bersih di kecamatan Kayoa dan Kayoa Selatan mengacu pada PAM induk Kayoa di Desa Guruapin, sehingga tinggal dibenahi beberapa kendala terutama masalah listrik.

“Kendala utamanya listrik. Untuk masalah pompa sudah ada karena saat ini sudah ada empat, namun berfungsi hanya satu, sehingga diharapkan di anggaran perubahan ini sudah dapat diakomodir agar difungsikan,” kata Soleman. (nan)