SANANA – Festival Tanjung Waka di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) ditunda pada Desember 2021. Sebelumnya, festival yang lokasinya di Kecamatan Sulabesi Timur ini dijadwalkan pada Oktober 2021.
Plt Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kepsul, Rizal Drakel mengatakan, alasan penundaan event nasional ini lantaran wabah Covid-19 yang belum berakhir, dan pendanaan kegiatan masih menunggu APBD-Perubahan. “Pertama kita masih diperhadapkan dengan Covid-19, dan kedua anggaran, karena ada di perubahan. Jadi waktunya mepet kalau dipaksakan di Oktober,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/08/2021).
Terkait jadwal pelaksanaan, dia menambahkan, itu menjadi kewenangan Pemda untuk menentukan. “Maka dari itu, kita minta di Kementerian Pariwisata agar ditunda hingga Desember Minggu pertama,” ungkap Rizal.
Rizal menambahkan, anggaran daerah diusulkan Rp 5 miliar. Hanya saja, belum bisa pastikan usulan tersebut diakomodir atau tidak. “Iya, yang kita usulan nilainya Rp 5 miliar. Tapi kita belum tahu, karena palu belum diketuk,” ujarnya.
Dia menyampaikan, untuk anggaran yang diusulkan di Kementerian Pariwisata senilai Rp 2,1 miliar. “ Tapi biasanya diakomodir itu kemungkinan Rp 600 sampai 700 juta. Prinsipnya, festival tetap jalan. Ada opsi. Jika angka Covid-19 meningkat, maka dilakukan secara online. Tapi kalau angka Covid-19 masih zona kuning atau orange, maka kegiatan berlangsung secara online dan offline,” beber Rizal.(nai)

