“Sementara untuk 14 orang TKA yang masuk ke PT. Harita group di kabupaten Halsel, telah diperiksa saat masuk dan dipisahkan dari teman-teman yang lain. 14 orang yang dari Vietnam itu sementara dikarantina atau dipisah dari karyawan lainnya”
SOFIFI – Soroti isu covid-19 atau virus corona yang tengah mulai menjalar ke Indonesia, bahkan saat ini sudah beberapa kasus positif covid-19. Pemerintah Provinsi Maluku Utara (Malut) bergegas perketat penjagaan dan pemeriksaan di setiap akses masuk ke Malut, baik itu udara maupun laut, tidak terkecuali di seluruh gerbang perusahaan hasil bumi yang ada di Malut.
Hal ini menyusul, Gubernur Maluku Utara (Malut) KH. Abdul Gani Kasuba, Sabtu (7/4) bertempat dikediamannya yang ada di Kota Ternate saat melakukan konferensi pers mengatakan, untuk menindaklanjuti radio gram Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 443.1/2130/SJ tanggal 4 Maret 2020, terkait dengan antisipasi dan pencegahan isu infeksi virus covid-19 yang biasa di sebut corona, serta adanya informasi dari Kemenkes pada tanggal 6 Maret 2020. Dimana telah dilaporkan terdapat empat pasien terinfeksi covid-19 di Indonesia.
“Untuk itu saya sebagai gubernur Malut menginstruksikan kepada bupati dan walikota agar dapat mengambil langkah strategis,” pinta Gubernur kepada sejumlah wartawan.
Kata orang nomor satu di Malut itu, langkah yang diambil yaitu, melibatkan pihak terkait untuk memperketat setiap pintu masuk wilayah dengan melakukan pemeriksaan kepada pelaku perjalanan dari luar negeri dan dalam negeri yang diduga terjangkit virus Corona.
Melakukan pencegahan serta promosi kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran lanjutan virus Corona dengan menyiapkan rumah sakit rujukan ditingkat kabupaten/kota, beserta sarana prasarana penunjang sesuai standar, melakukan koordinasi dengan forkopimda beserta seluruh OPD terkait, untuk menjaga iklim tetap kondusif dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang stabil.
Gubernur juga meminta untuk segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi kesiapan kesiagaan menghadapi infeksi corona atau covid-19 tingkat provinsi Malut yang telah dilaksanakan pada 1 Februari 2020 dikantor KKP kelas 3 Ternate, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota. Bahkan membentuk satgas kesiagaan dan kewaspadaan terhadap pencegahan dan pengendalian penularan Corona.
“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak memberikan reaksi berlebihan dalam menerima informasi dari sumber yang tepat, serta membatasi publikasi yang dapat menimbulkan kepanikan masyarakat. Untuk masyarakat saya himbau agar terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, gunakan masker jika batuk atau flu, batasi berjabat tangan, tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gisi seimbang, air yang cukup, jaga jarak dengan orang yang demam, batuk dan bersin,” pinta Gubenur Malut.
Beliau juga meminta seluruh perusahaan untuk disediakan tim kesehatan guna melakukan pemeriksaan kepada masyarakat lokal maupun Tenaga Pekerja Asing (TKA). “Yang pastinya tim kesehatan kami sudah disiapkan, kami berusaha semaksimal mungkin untuk penanganan Corona, selebihnya kita beribadah dan berdoa,” sebut KH. Abdul Gani Kasuba. Sementara itu Kadis Kesehatan Provinsi Malut Idhar Sidik Umar menyebutkan, terkait penggunaan masker khususnya bagi warga yang sakit atau berada di tempat umum. “Siapa yang menaikkan harga masker, maka akan ditindaklanjuti oleh aparat keamanan,” tegasnya.
Untuk di Malut sejauh ini belum terdapat adanya indikasi virus Corona, namun jika ditemukan adanya ciri-ciri atau gejala tetap tindaklanjuti untuk diperiksa, kemudian sampelnya dikirim ke laboratorium untuk uji lab kepastianya (apakah positif corona atau tidak).
“Pemerintah daerah telah menyiapkan rumah sakit rujukan bagi masyarakat yang terindikasi terkena untuk diperiksa lebih lanjut, dibagi dalam beberapa regional, diantaranya di Tobelo Halmahera Utara, Kota Tidore Kepulauan dan di Kabupaten Halmahera Selatan, sementara RUSD Chasan Boesorie menjadi rumah sakit penanganan pasien yang terinfeksi virus corona,” jelasnya.
Sementara itu Kepala Perwakilan Kantor Kesehatan kelas III Ternate, Aulianto menjelaskan, sejauh ini seluruh perusahaan sudah dilakukan pemeriksaan dan pengawasan sesuai standar operasional pelayanan. Sementara untuk 14 orang TKA yang masuk ke PT. Harita group di kabupaten Halsel, telah diperiksa saat masuk dan dipisahkan dari teman-teman yang lain. 14 orang yang dari Vietnam itu sementara dikarantina atau dipisah dari karyawan lainnya.
“Perjalanan mereka diketahui dari Jakarta-Menado-Labuha dengan mengantongi dokumen imigran yang lengkap, tetapi kami tetap waspada dengan 14 hari masa pengawasan ke mereka, ini sudah hari keempat dan beberapa jam terakhir kami kontak mereka masih dalam kondisi baik,” terangnya.
Apotik Batasi Penjualan Masker
Apotik Kimia Farma cabang Bacan membatasi penjualan masker ke warga untuk mengantisipasi stock masker tetap tersedia di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Perhari setiap pembeli dibatasi hanya 2 lembar. Ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga Kabupaten Halsel yang khawatir akan wabah Virus Corona.
Salah seorang pegawai Apotik Kimia Farma cabang Bacan menjelaskan, semenjak Pemerintah RI menetapkan tanggap darurat Virus Corona maka management Kimia Farma langsung membatasi penjualan masker agar stoknya tetap tersedia. “Kami hanya jual 2 pics masker untuk 1 orang per harinya dengan hanya Rp 4000 ribu,” katanya.
Dia menjelaskan apabila mereka tidak batasi bisa jadi stok habis dan kebutuhan warga bakal tidak terpenuhi semuanya. ”Kalau stok masker kami masih mencukupi untuk warga Kabupaten Halsel sehingga tidak perlu takut,” imbunya
Amatan Fajar Malut, beberapa apotik yang terletak di Ibu kota Kabupaten Halsel seperti Apotik Rini, Apotik Nafizah Farma dan sejumlah apotek lainnya telah kehabisan stok masker. “Masker kami sudah habis terjual sudah 2 minggu ini. Yang paling ramai kemarin saat warga mendengar berita yang bilang kalau di Halsel ada kedatangan Puluhan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Vietnam itu,” tuturnya. (iin/nan)


Berikan Komentar pada "14 TKA Harita Group Dikarantina"