WEDA – Aliansi Gerakan Kemanusiaan Pemuda dan Mahasiswa di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), menggelar unjuk rasa di Kantor Bupati Halteng, Senin (30/08/2021). Ketua Pemuda Pancasila Juardi Salasa menyatakan, aksi ini sebagai bentuk gerakan untuk mengingatkan pihak perusahaan PT IWIP dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halteng untuk mengevaluasi penerapan K3.
“Tenaga kerja adalah tulang punggung dan aset perusahaan dan Pemerintah. Jadi Jiwa dan raganya harus dilindungi sebagaimana amanat UU Nomor 1 1970, UU Nomor 23 1992 Tentang Kesehatan Kerja maupun UU Nomor 13 tentang Tenaga Kerja,” ujar Juardi.
Rentetan peristiwa kecelakaan kerja yang terjadi dan telah memakan korban jiwa ini, harus ada sikap serius dari semua elemen. Sikap tersebut harus memberikan dampak positif kepada masyarakat sebagai pekerja PT IWIP.
“Aksi ini adalah bentuk ketidak percayaan terhadap perusahaan PT IWIP atas penerapan standar K3. Kami yakin penerapan K3 PT IWIP belum sesuai SOP. Itu terbukti dari rentetan peristiwa naas yang terjadi. Karena itu, kami mengutuk keras peristiwa kecelakaan kerja di PT IWIP yang memakan korban jiwa. Nyawa manusia tidak diperdagangkan atau diperjual belikan,” tegas Juardi.
Pemerintah daerah harus secepatnya membentuk tim investigasi agar dapat melakukan penyelidikan terkait dengan kecelakaan kerja yang terjadi di PT IWIP. “Dinas Ketenagakerjaan harus benar-benar bertanggung jawab atas peristiwa tersebut,” tandasnya sembari menambahkan, sangat menyesalkan sikap Pemerintah Daerah yang kurang merespon aksi kemanusiaan tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Kabupaten Yanto M Asri menyatakan, aksi yang dilakukan mahasiswa dan pemuda itu tidak ada pemberitahuan. Setidaknya harus layangkan surat ke Pemerintah Daerah.
“Sebab dasar saya untuk melaporkan ke pimpinan itu harus ada surat. Kemudian nanti ada arahan dari pimpinan untuk duduk bersama membahas tuntutan massa aksi. “Sebenarnya tadi kami ingin undang beberapa perwakilan untuk duduk bersama. Tetapi saya baru menanyakan surat izin massa aksi langsung marah dan meninggalkan tempat aksi. Jadi bukan kami yang tidak menerima kehadiran mereka,” singkat Sekkab. (udy)

