TERNATE – Kesulitan mendapat bahan bakar minyak (BBM) dari PT Pertamina Fuel Terminal Ternate, membuat warga dan nelayan di Kelurahan Jambula, memboikot aktivitas PT Pertamina Fuel Terminal Ternate yang merupakan salah satu objek vital nasional PT Pertamina, Senin (30/08/2021)
Langkah ini terjadi, karena dalam beberapa bulan terakhir pasokan bahan bakar sudah tidak lagi tersalur ke warga. Bahkan saat aksi warga juga mengancam jika tidak ada solusi maka pemboikotan itu akan terus berlangsung sampai ada titik terang, mereka juga menuntut agar Wali Kota Ternate ikut dihadirkan.
Fani Samuda warga Jambula mengatakan, warga di kelurahan tersebut mayoritas berprofesi sebagai nelayan, sopir angkot dan juga ojek. Aksi ini dilakukan kata dia, karena warga heran dengan kondisi yang ada, dimana terminal pertamina yang berlokasi di kelurahan Jambula, namun sudah beberapa bulan ini bahan bakar di kelurahannya itu kosong, yang berdampak pada aktivitas warga. “ Sudah berapa bulan ini tidak ada minyak sama sekali,” kesalnya.
Bahkan kata dia, ketika terjadi kekosongan BBM, warga di Jambula harus membelinya di Kelurahan Togafo Ternate Barat. “ Jadi kalau mau dapat minyak kami harus beli di pengecer yang ada di Togafo, itu juga kalau ada minyak di Togafo,” sebutnya.
Dalam aksi itu warga juga meminta agar pihak pertamina segera mengaktifkan Pertashop yang sementara terkendala perizinan yang sudah dibangun sejak Februari 2020 lalu,, sehingga kebutuhan BBM bisa teratasi. Sebab selama ini menurutnya, warga Jambula mendapatkan pasokan minyak itu dari salah satu pertamini yang berada di samping Kantor Basarnas Ternate, namun dalam beberapa bulan terakhir sudah tak beroperasi. “ Kami tidak pernah marah karena memang sebelumnya ada pasokan minyak di situ. Tapi sudah beberapa bulan ini sudah tidak beroperasi,” katanya.
Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan pertamina dan itu selama 7 sampai 8 kali, namun tidak ada hasilnya. “ Kami sudah sampaikan berulang kali, tapi mereka (mencurigai) masyarakat ini sudah dibayar oleh pihak pertashop,” ungkapnya.
Aksi ini kemudian ditemui oleh Manajer Fuel Terminal Ternate PT. Pertamina S. Pangandaheng. Dihadapan warga dia mengatakan, terkait tuntutan warga itu dirinya tidak bisa mengambil keputusan, melainkan General Manager eksekutifnya. Namun bagi dia apa yang disampaikan warga itu merupakan aspirasi. “ Apapun yang disampaikan masyarakat itu wajar sih untuk aspirasi mereka,” ungkapnya.
Dia berjanji akan berusa semaksimal mungkin terakit semua aspirasi masyarakat tadi disampaikan ke atasan. Saat ditanya soal pertamini yang menjadi akses utama pasokan minyak bagi warga sebelum yang saat ini terkendala, kata dia bukan soal tidak beroperasi karena perizinan akan tetapi pengurusnya yang tidak ada lagi. “Saya kira kalau itu dilanjutkan (Pertamini) tidak akan seperti ini. Katanya pengurusnya sudah pindah dan pengurusnya tidak memberitahukan siapa yang bisa laksanakan lagi, supaya pelayanan ke nelayan di sini bisa terjangkau,” katanya.
Meski begitu, pihaknya pasrah kalau akses mobil tangki di boikot, namun pasokan minyak ke sejumlah SPBU katanya tidak akan terganggu, tapi hanya satu hari saja, karena distribusinya sudah dilakukan sejak kemarin pagi. “ Namun jika pemboikotan tetap berlangsung sampai keesokan hari (hari ini), kita tidak bisa berbuat apa-apa, yang pasti harus dibicarakan dengan atasan,” tutupnya.(cim)

