TERNATE – Proyeksi anggaran perubahan tahun 2021 sesuai KUA PPAS APBD-P yang disampaikan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam paripurna DPRD pada Selasa (31/08/2021), berkurang sebesar Rp 19.568.178.000.
Hal yang sama juga di KUA PPAS APBD 2021 terjadi defisit sebesar Rp 149.999.520.600 bahkan PAD juga berkurang sebesar Rp 19.002.531.191 yang disampaikan dalam bentuk slide yang kemudian di protes oleh Mubin A. Wahid.
Menurut Mubin, dalam penyampaian KUA PPAS kali ini, baik perubahan maupun induk 2022 DPRD tidak diberikan nota pengantar seperti sebelumnya. Dia meminta agar hal itu harus menjadi perhatian bagi pimpinan DPRD, Wali Kota dan Sekwan.
Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman dalam sambutannya mengatakan, tujuan disusunnya Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara APBD (PPAS) Perubahan Kota Ternate Tahun 2021 adalah terciptanya sinergitas pelaksanaan program/ kegiatan pembangunan daerah yang terpadu, terarah dan tepat sasaran. Kemudian terciptanya efisiensi dan efektivitas alokasi sumber daya dalam pembangunan daerah. Kebijakan dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara perubahan tahun 2021, merupakan kerangka kebijakan dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah perubahan (RAPBD) tahun 2021.
Menurutnya, dengan memperhatikan isu strategis dan gambaran indikator ekonomi makro saat ini, maka sasaran dan target KUA PPAS Perubahan tahun 2021, diarahkan untuk Pencapaian target pemulihan ekonomi, Perluasan lapangan pekerjaan, Penurunan angka kemiskinan, dan Pengendalian inflasi.
Dikatakannya, total pendapatan sebelum perubahan sebesar Rp 996.153.041.191 sesudah perubahan Rp 976.584.863.191 atau berkurang sebesar Rp 19.568.178.000 dengan total belanja sebelum perubahan Rp 996.153.041.191 sesudah perubahan Rp 976.584.863.191.
“Dalam rancangan anggaran program/kegiatan dalam PPAS terdiri dari 203 program, 575 kegiatan dan 1.672 sub kegiatan,” sebutnya. Sembari menuturkan, dengan hasil sementara rancangan KUA PPAS Perubahan 2021, khusus Belanja sebesar Rp 976.584.863.191 yang selanjutnya akan dibahas, berdasarkan data proyeksi rancangan APBD Kota
Ternate tahun 2021, khususnya proyeksi terhadap komponen belanja. Sementara untuk KUA PPAS APBD tahun 2022, kata dia, tujuan disusunnya PPAS Kota Ternate tahun 2022 hampir sama dengan KUA PPAS Perubahan 2021.
Untuk program prioritas Kota Ternate Pengembangan iklim usaha yang kondusif serta peningkatan daya saing industri kreatif , UMKM dan IKM, Pembangunan infrastruktur dasar pada wilayah Moti, Hiri dan Batang Dua, Mendorong kemudahan akses pasar bagi masyarakat wilayah Moti, Hiri, dan Batang Dua, Optimalisasi sumber-sumber penerimaan daerah. Peningkatan kualitas pelayanan publik, Pembinaan ASN yang profesional, Perlindungan dan pelestarian cagar budaya, Membangun dan menghidupkan entitas keragaman sosial budaya masyarakat, Revitalisasi dan penataan pola ruang kota yang berkelanjutan, Industrialisasi pengolahan sampah secara partisipatif, Konservasi sumber daya air, Literasi dan mitigasi kebencanaan, Pengembangan kota sebagai pusat informasi dan konsolidasi barang/jasa dan Revitalisasi dan penguatan peran BUMD.
Dijelaskan Tauhid, arah prioritas kebijakan dalam pentahapan RPJMD Kota Ternate tahun 2022 diarahkan pada 3 dari 14 program prioritas RPJMD Kota Ternate tahun 2021-2026, yakni pembangunan infrastruktur dasar pada wilayah Moti, Hiri dan Batang Dua, revitalisasi dan penguatan peran BUMD, dan optimalisasi sumber-sumber penerimaan daerah.
Sedangkan untuk total pendapatan 2021 diproyeksikan sebesar Rp 996.153.041.191 dan tahun 2022 sebesar Rp 1.005.043.866.000 atau bertambah Rp 8.890.824.809, terdiri dari PAD pada 2021 sebesar Rp 172.412.531.191 dan tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp 153.410.000.000 berkurang Rp 19.002.531.191 sedangkan untuk pendapatan transfer tahun 2021 Rp 823.740.510.000 pada tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp 851.633.866.000 atau naik Rp 27.893.356.000, sementara untuk belanja pada 2021 sebesar Rp 996.153.041.191 tahun 2022 diproyeksikan sebesar Rp 1.155.043.866.000 atau naik Rp 158.890.824.809. Dengan jumlah itu, dipastikan pada tahun 2022 Pemkot Ternate mengalami defisit sebesar Rp 149.999.520.600.(cim)

