Harita Nickel Bantah Karantina 14 TKA

TERNATE  – PT. Harita Nickel membantah melakukan karantina terhadap 14 Tenaga Kerja Asing (TKA).

Devisi media PT. Harita Nickel Adam Ardian saat menghubungi Fajar Malut Senin (9/3) menyebutkan, 14 TKA yang saat ini berada di Obi, Kabuoaten halmahera Selatan (Halsel) telah berada di site dan tidak dilakukan proses karantina.

Kata dia, 14 TKA yang ada saat ini telah melakukan serangkaian pemeriksaan di Manado Sulawesi Utara (Sulut). “Jadi masyarakat sekitarnya tidak perlu khwatir,” pinta Adam. Sebelumnya, Kepala Perwakilan Kantor Kesehatan kelas III Ternate, Aulianto saat melakukan konferensi pers bersama gubernur Malut di kediamannya Sabtu (7/3)  menjelaskan, sejauh ini seluruh perusahaan sudah dilakukan pemeriksaan dan pengawasan sesuai standar operasional pelayanan.

Sementara untuk 14 orang  TKA yang masuk ke PT. Harita group di kabupaten Halsel, telah diperiksa saat masuk dan dipisahkan dari teman-teman yang lain. 14 orang yang dari Vietnam itu sementara dikarantina atau dipisah dari karyawan lainnya.

“Perjalanan mereka diketahui dari Jakarta-Menado-Labuha dengan mengantongi dokumen imigran yang lengkap, tetapi kami  tetap waspada dengan 14 hari masa pengawasan ke mereka, ini sudah hari keempat dan beberapa jam terakhir kami kontak mereka masih dalam kondisi baik,” terangnya sabtu kemarin.

Pada saat itu juga Gubernur Malut KH. Abdul Gani Kasuba, Sabtu (7/4) bertempat dikediamannya yang ada di Kota Ternate melakukan konferensi pers. Dalam kegiatan itu melibatkan sejumlah instansi terkait untuk menindaklanjuti radiogram Menteri Dalam Negeri (Mendagri) nomor 443.1/2130/SJ tanggal 4 Maret 2020, terkait dengan antisipasi dan pencegahan isu infeksi virus covid-19 yang biasa di sebut corona, serta adanya  informasi dari Kemenkes pada tanggal 6 Maret 2020. “Untuk itu saya sebagai gubernur Malut menginstruksikan kepada bupati dan walikota agar dapat mengambil langkah strategis,” pinta Gubernur kepada sejumlah wartawan.

Kata orang nomor satu di Malut itu, langkah yang diambil yaitu, melibatkan pihak terkait untuk memperketat setiap pintu masuk wilayah dengan melakukan pemeriksaan kepada pelaku perjalanan dari luar negeri dan dalam negeri yang diduga terjangkit virus Corona.

Melakukan pencegahan serta promosi kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran lanjutan virus Corona dengan menyiapkan rumah sakit rujukan ditingkat kabupaten/kota, beserta sarana prasarana penunjang sesuai standar, melakukan koordinasi dengan forkopimda beserta seluruh OPD terkait, untuk menjaga iklim tetap kondusif dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat dengan harga yang stabil.

Gubernur juga meminta untuk segera menindaklanjuti hasil rapat koordinasi kesiapan kesiagaan menghadapi infeksi corona atau covid-19 tingkat provinsi Malut yang telah dilaksanakan pada 1 Februari 2020 dikantor KKP kelas 3 Ternate, melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten/Kota. Bahkan  membentuk satgas kesiagaan dan kewaspadaan terhadap  pencegahan dan pengendalian penularan Corona.

“Kami juga menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak memberikan reaksi berlebihan dalam menerima informasi dari sumber yang tepat, serta membatasi publikasi yang dapat menimbulkan kepanikan masyarakat.  Untuk masyarakat saya himbau agar terapkan perilaku hidup bersih dan sehat, gunakan masker jika batuk atau flu, batasi berjabat tangan, tingkatkan daya tahan tubuh dengan konsumsi gisi seimbang, air yang cukup, jaga jarak dengan orang yang demam, batuk dan bersin,” pinta Gubenur Malut. Beliau juga meminta seluruh perusahaan untuk disediakan tim kesehatan guna melakukan pemeriksaan kepada masyarakat lokal maupun Tenaga Pekerja Asing (TKA). “Yang pastinya tim kesehatan kami sudah disiapkan, kami berusaha semaksimal mungkin untuk penanganan Corona, selebihnya kita beribadah dan berdoa,” sebut KH. Abdul Gani Kasuba. Sementara itu Kadis Kesehatan Provinsi Malut Idhar Sidik Umar menyebutkan,  terkait penggunaan masker khususnya bagi warga yang sakit atau berada di tempat umum.  “Siapa yang menaikkan harga masker, maka akan ditindaklanjuti oleh aparat keamanan,” tegasnya. Untuk di Malut sejauh ini belum terdapat adanya indikasi virus Corona, namun jika ditemukan adanya ciri-ciri atau gejala tetap tindaklanjuti untuk diperiksa, kemudian sampelnya dikirim ke laboratorium untuk uji lab kepastianya (apakah positif corona atau tidak).

“Pemerintah daerah telah menyiapkan rumah sakit rujukan bagi masyarakat yang terindikasi terkena untuk diperiksa lebih lanjut, dibagi dalam beberapa regional, diantaranya di Tobelo Halmahera Utara, Kota Tidore Kepulauan dan di Kabupaten Halmahera Selatan, sementara RUSD Chasan Boesorie menjadi rumah sakit penanganan pasien yang terinfeksi virus corona,” jelasnya.(red)

Berikan Komentar pada "Harita Nickel Bantah Karantina 14 TKA"

Tinggalkan komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*