BOBONG – Banjir yang merendam perkebunan warga di Desa Ratahaya, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau Taliabu mengancam ratusan tanaman petani, ratusan hasil pertanian pun terancam mati akibat terendam banjir.
Apalagi, perkebunan warga sekitar langganan banjir. Tercatat, sejak dua tahun terakhir, perkebunan dan ratusan tanaman mereka terendam banjir. Mashulu mengaku, ratusan tanaman itu kini sangat memprihatinkan, padahal tanaman miliknya itu merupakan sumber penghasilan untuk menyambung hidup bersama keluarganya.
“Sebanyak 103 pohon durian, 20 pohon rambutan, 5 pohon alpukat, 2 pohon duku, 5 pohon jeruk manis terendam banjir,” sebut Mashulu, salah seorang petani yang kena dampak banjir.
Menurutnya, banjir yang melanda perkebunan mereka disebabkan karena jembatan yang dibangun pemerintah daerah tak jauh dari kebun miliknya terlalu kecil, sehingga tak mampu menahan debit air dan akhirnya meluap ke kebun mereka.
“Sudah sejak 2019 banjir dari air kali yang dekat kebun menghantam tanaman saya ini. Kalau sudah begini, kita mau mengadu ke siapa?,” keluh Masluhu, dengan nada tanya, Jum’at (17/9/2021) pekan kemarin. Penyebab banjir di wilayah perkebunan diduga tidak jembatan di area setempat tidak mampu memperlancar debit air saat banjir. Banjir bersumber dari sungai Waitina dan air kenari di kilo 8 Desa Ratahaya.
“Jembatan yang ada di dekat perkebunan saya itu tidak sesuai kapasitas. Itulah sehingga banjir meluap sampai ke lokasi perkebunan dan ke rumah saya,” tandasnya Dia berandai, jika jembatan yang dibangun di wilayah sekitar dapat memperlancar debit air, maka dipastikan tidak ada air yang meluap ke perkebunan. “Lantaran kecil lubang tempat lewat air di jembatan itu, akhir meluap,” ungkapnya.
Akibat ancaman banjir tersebut, kerugian tanaman petani ditargetkan mencapai puluhan juta rupiah. Petani tua itu berharap, dampak banjir yang dialami segera mendapat perhatian serius dari pemerintah setempat. “Kami hanya bisa pasrah dengan peristiwa yang ada. Sebagai petani, saya hanya berharap, ada perhatian dari pemerintah terhadap apa yang saya alami saat ini,” harapnya. (bro)

