Kelangkaan BBM Mulai Resahkan Warga Morotai

Ilustrasi

DARUBA – Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan pertalite di wilayah Kota Daruba Kabupaten Pulau Morotai mulai meresahkan warga.

Dari informasi yang dihimpun Fajar Malut, kelangkaan premium dan pertalite mulai terjadi pukul 12.00 siang, Rabu (29/9/2021).  Usman (30) salah satu warga Kota Daruba kepada waratawan mengungkapkan, pagi tadi (kemarin) mulai pukul 07.00 sampai 11.00 premium dan pertalite masih terlihat dijual di pengecer. Namun pada pukul 12.00 siang semuanya sudah ludes.

Disamping itu, kata Usman, Agen Premium dan Minyak Solar (APMS) Desa Darame juga belum dibuka sejak kemarin. Akan tetapi, menurutnya, kelangkaan ini belum mempengaruhi harga premium maupun pertalite.

“Memang harga masih sama per liter Rp 10 ribu. Tapi, sekarang sudah tidak ada, dan di APMS di desa Darame juga tidak buka sejak kemarin. Jadi kami minta agar bisa dicari solusi oleh Dinas Perindagkop-UKM agar kelangkaan ini tidak berlangsung lama. Karena kalau lama pasti harga bisa berubah, seperti pengalaman di kelangkaan BBM yang terjadi kemarin-kemarin,” kata Usman.

Terpisah, Kepala Dinas Perindagkop-UKM Pulau Morotai, Nasrun Mahasari, ketika dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon turut membenarkan adanya kelangkaan BBM di Kota Daruba. 

“Iya tadi pagi (kemarin) saya sudah konfirmasi dengan pemilik APMS Darame, dan memang dua hari ini agak terlambat karena menunggu kapal masuk ke Tobelo. Kemungkinan kapal besok masuk. Jadi, ini karena keterlambatan kapal saja masuk ke Tobelo baru ke Morotai, sehingga dua hari ini APMS tutup. Bahkan di Tobelo juga kosong. Jadi kita terus koordinasi dengan pihak APMS untuk atasi ini,” jelas Nasrun.  

Untuk kuota premium dan petralaite, menurut Nasrun, Morotai bervariasi  yakni 30 sampai 40 ton, namun terkadang menurun sampai 10 ton. “Perindakop selalu awasi dan pantau ketat soal BBM di APMS,” katanya. “Kalau untuk minyak tanah lancar saja tidak ada masalah,” tutup Nasrun. (fay)