SOFIFI – Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Provinsi Maluku Utara (Malut) Armin Zakaria diduga melakukan pembohongan public. Kadishub Malut Armin Zakaria yang sebelumnya menyebutkan Senin (16/3) mulai menutup akses ke Manado dan dari Manado ke Ternate. Baik itu melalui udara maupun laut di sejumlah daerah, yaitu Morotai-manado, Kao-Manado maupun Ternate-Manado dan sebaliknya.
Kadishub Malut Armin Zakaria ketika dikonfirmasi Selasa (17/3) di kediaman Gubernur Malut di Kota Ternate menyebutkan, pihaknya masih menunggu perkembangan situasi dan kondisi perkembangan virus corona atau covid-19. “Jika memang mengancam, kemungkinan terburuk langkah yang kita ambil menutup semua akses masuk ke Malut,” katanya.
Armin lantas berkilah “yang saya maksud kemarin itu, langkah-langkah yang diambil kalau memang situasi dan kondisi membahayakan”.
Kata dia, pihaknya sudah berkoordinasi dengan pihak bandara, pelabuhan, KSOP, kepala bandara, kepala ASDP yang sudah memiliki alat alat termoscan.
“Kemudian kita lakukan penyemprotan di areal terminal dan kapal, jika ada kapal yang asing masuk, penumpangnya tidak bisa turun dari kapal, nanti ada petugas dari KKP lakukan pengecekan, kalau misalnya ada indikasi akan dilakukan karantina, itulah langkah yang akan dilakukan,” cetusnya.
Untuk itu kadishub Armin menyebutkan, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan pihak penanganan virus corona di setiap pelabuhan dan bandara yang ada di Malut. Untuk itu membutuhkan petugas yang aktif pada saat penanganan di lapangan. Akan tetapi Armin mengaku, pihaknya saat ini keterbatasan alat, sehingga telah diusulkan alat portabel untuk dibawa kemana saja, sedangkan termoscan hanya dimiliki dibandara Babullah Ternate.
“Kami sudah usulkan alat-alat yang kurang ini ke kepala KKP, dan Kepala KKP sudah usulkan ke Kementerian Kesehatan, mudah-mudahan bisa diakomodir, tadi kita usulkan agar semua bandara dan pelabuhan di seluruh Malut di sediakan pos pemeriksaan,” harapnya.(iin)


Berikan Komentar pada "Kadishub Malut Diduga Bohongi Publik"